JURNALZONE.ID – Harapan pembalikan arah atau rebound masih terbuka lebar bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terus bergerak agresif menjelang penutupan perdagangan sore ini. Pantauan data pada pukul 14.31 WIB menunjukkan IHSG perlahan mulai menanjak naik dari keterpurukan, meski masih tertahan di zona merah pada level 8.227,58 atau minus 1,12%.
Namun demikian, grafik perdagangan memperlihatkan perjuangan dramatis indeks yang sempat menyentuh titik nadirnya pada pukul 10.00 WIB pagi tadi. Sejak melewati jeda makan siang pukul 12.00 WIB, indeks konsisten membentuk pola kenaikan (uptrend) hingga memasuki pertengahan sesi kedua.
Angin segar datang dari sektor perbankan, di mana PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menjadi motor penggerak utama dengan lonjakan 4,46% ke level Rp3.750 pada pukul 14.29 WIB. Bahkan, data real-time pada kursor perdagangan pukul 14.35 WIB menunjukkan BBRI sempat menyentuh level lebih tinggi di Rp3.760, memberikan sinyal akumulasi beli yang kuat dari investor.
Dominasi Bank Jumbo di Sesi Siang
Senada dengan itu, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turut memompa optimisme pasar dengan kenaikan 3,56% ke posisi Rp7.275 saat jarum jam menunjuk pukul 14.30 WIB. Posisi harga ini bertahan solid hingga data terakhir pukul 14.35 WIB, menjadikannya penopang kapitalisasi terbesar yang menahan IHSG dari kejatuhan lebih dalam.
Sementara itu, pergerakan positif juga dicatatkan oleh PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang terpantau hijau 1,75% di level Rp4.640 pada pukul 14.30 WIB. Grafik BMRI menunjukkan pemulihan cepat setelah sempat tertekan hebat bersamaan dengan jatuhnya indeks komposit di sesi pagi.
Melengkapi formasi empat bank besar, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) berhasil menjaga posisinya di area positif pada pukul 14.31 WIB dengan kenaikan 0,42% ke level Rp1.200. Dengan waktu perdagangan yang masih tersisa sebelum lonceng penutupan berbunyi, pelaku pasar masih menaruh asa bahwa “amukan” bank-bank jumbo ini mampu memangkas kerugian IHSG lebih signifikan lagi.