IHSG Sesi I Menguat, Saham BBCA dan ADRO Tertekan Pada 9 Oktober

Saham BBCA

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan performa positif dengan ditutup menguat 0,42% ke level 8.199 pada akhir sesi I perdagangan, Kamis (9/10/2025). Penguatan indeks ini terjadi di tengah tingginya nilai transaksi pasar, meskipun sejumlah saham berkapitalisasi besar (big caps) mengalami tekanan jual signifikan dari investor.

Dominasi Saham Penguat

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), penguatan IHSG ditopang oleh dominasi saham-saham yang bergerak di zona hijau. Tercatat sebanyak 445 saham berhasil menguat, sementara hanya 207 saham yang mengalami koreksi dan 142 saham lainnya tidak bergerak atau stagnan.

Tingginya animo pasar juga tercermin dari total nilai transaksi yang berhasil menembus angka Rp 15,83 triliun pada paruh pertama hari ini.

Saham Paling Aktif dan Tekanan Jual

Saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) menjadi yang paling aktif diperdagangkan dengan nilai transaksi mencapai Rp 786,18 miliar, disusul oleh PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) senilai Rp 674,07 miliar. Saham lain yang juga ramai ditransaksikan adalah PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), dan PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU).

Di tengah penguatan indeks, dua saham unggulan justru berada di bawah tekanan. Dilansir dari data aplikasi Stockbit Sekuritas, saham BBCA dan ADRO menjadi sasaran utama aksi jual. Hal ini terbukti dari catatan jual bersih (net sell) tertinggi yang dibukukan keduanya, masing-masing sebesar Rp 139,1 miliar untuk BBCA dan Rp 116,7 miliar untuk ADRO.

Akibatnya, pada penutupan sesi I, saham BBCA terkoreksi 1,02%, sedangkan saham ADRO melemah 2,70%. Sebaliknya, saham CDIA dan CUAN yang juga aktif ditransaksikan berhasil ditutup menguat signifikan, masing-masing sebesar 5,19% dan 4,46%.