JURNALZONE.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) harus rela mengakhiri perdagangan sesi pertama di zona merah pada Kamis (27/11/2025). Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (IDX), indeks komposit ini terkoreksi sebesar 44,71 poin atau setara 0,52 persen ke level 8.557,4, meskipun nilai transaksi perdagangan tercatat cukup tinggi mencapai belasan triliun rupiah.
Aktivitas Transaksi dan Pergerakan Indeks
Sepanjang paruh pertama perdagangan hari ini, IHSG bergerak cukup fluktuatif dalam rentang level 8.542 hingga level tertingginya di 8.622. Aktivitas pasar terpantau sangat ramai dengan nilai transaksi menembus angka Rp 16,3 triliun.
Volume perdagangan tercatat mencapai 30,56 miliar lembar saham yang berpindah tangan melalui 1,81 juta kali frekuensi transaksi. Meski indeks utama melemah, data pasar menunjukkan adanya lima saham yang masuk dalam daftar top gainers dan memberikan keuntungan besar bagi para investor di tengah kondisi pasar yang terkoreksi.
Kinerja Sektoral dan Luas Pasar
Dilihat dari sisi luas pasar (market breadth), dominasi saham yang melemah lebih besar dibandingkan yang menguat. Tercatat sebanyak 369 saham mengalami penurunan harga, sementara 304 saham berhasil mencatatkan kenaikan, dan 283 saham lainnya stagnan atau tidak mengalami perubahan harga.
Koreksi IHSG kali ini dipicu oleh pelemahan di sejumlah sektor kunci. Sektor teknologi menjadi pemberat utama dengan penurunan terdalam sebesar 0,77 persen, disusul oleh sektor kesehatan yang terkoreksi 0,72 persen. Sektor barang konsumen non-primer, keuangan, dan perindustrian juga turut berada di zona merah dengan penurunan masing-masing 0,38 persen, 0,09 persen, dan 0,08 persen.
Sektor Infrastruktur Jadi Penopang
Di tengah tekanan jual yang melanda mayoritas saham, sejumlah sektor justru berhasil mencatatkan kinerja positif dan menahan kejatuhan indeks lebih dalam. Sektor infrastruktur memimpin penguatan dengan lonjakan signifikan sebesar 1,08 persen.
Penguatan tersebut diikuti oleh sektor transportasi yang naik 0,72 persen serta sektor energi yang tumbuh 0,68 persen. Selain itu, sektor properti, barang konsumen primer, dan barang baku juga turut menghijau dengan kenaikan tipis masing-masing sebesar 0,27 persen, 0,13 persen, dan 0,03 persen.





