IHSG Naik 1% Hari Ini, Ditopang Sentimen Domestik dan Global

IHSG Menguat Pekan Ini

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan lonjakan signifikan pada perdagangan tengah hari, Rabu (11/2/2026). Berdasarkan data hingga pukul 11.24 WIB, indeks terpantau melesat 1,44 persen atau bertambah 117,15 poin ke posisi 8.248,89.

Sejak bel pembukaan pagi tadi, indeks memang sudah menunjukkan tren penguatan di level 8.152,78 atau naik 0,26 persen. Hingga menjelang jeda siang, IHSG bergerak fluktuatif pada rentang harian 8.118,16 hingga menyentuh level tertinggi di 8.255,45.

Sektor Energi dan Strategi Pajak Nasional

Kenaikan IHSG kali ini motori oleh performa agresif sektor energi yang melonjak hingga 4,43 persen. Sektor consumer cyclical menyusul dengan pertumbuhan 3,35 persen, serta sektor perindustrian yang menguat sebesar 3,09 persen.

Aksi beli investor ini juga didorong oleh optimisme dari kebijakan domestik terkait strategi penerimaan negara. Pemerintah telah merumuskan tiga strategi pajak utama guna mengejar target rasio pajak (tax ratio) sebesar 11-12 persen pada tahun 2026.

Langkah strategis tersebut diambil untuk memastikan defisit anggaran tetap terjaga secara disiplin di bawah 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Kombinasi kebijakan fiskal ini memberikan angin segar bagi kepercayaan pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Menanti Data AS dan Sikap Pejabat The Fed

Dari sisi global, pelaku pasar sedang mencermati antisipasi rilis data US Change in Nonfarm Payrolls serta Average Hourly Earnings. Data tenaga kerja Amerika Serikat ini diprediksi membaik sehingga berpotensi melonggarkan tekanan inflasi bagi bank sentral AS, The Fed.

Terkait kebijakan suku bunga, Presiden The Fed Cleveland, Beth Hammack, mengisyaratkan bahwa tingkat bunga acuan kemungkinan bertahan di level tinggi dalam durasi yang cukup lama. Hal ini dilakukan sembari para pejabat memantau secara mendalam perkembangan data ekonomi terbaru.

Sejalan dengan itu, Presiden The Fed Dallas, Lorie Logan, mendukung agar Fed Funds Rate (FFR) tidak mengalami perubahan dalam waktu dekat. Perubahan kebijakan moneter hanya akan dipertimbangkan jika pasar tenaga kerja AS menunjukkan tanda-tanda pelemahan yang sangat signifikan.

Pantauan Bursa Wall Street dan Sektor Pemberat

Situasi pasar hari ini berkembang di tengah hasil penutupan bursa Wall Street pada Selasa (10/2) yang bergerak variatif cenderung melemah. Indeks Dow Jones Industrial Average memang menguat tipis 0,10 persen ke posisi 50.188,14.

Namun, indeks S&P 500 justru terkoreksi 0,33 persen ke level 6.941,81, dan Nasdaq Composite turun 0,56 persen ke 25.127,64. Pergerakan global ini menjadi latar belakang investor dalam mengambil posisi di pasar domestik menjelang pertemuan FOMC pada 17-18 Maret 2026.

Meski IHSG menguat secara keseluruhan, sektor keuangan dan kesehatan tercatat menjadi penahan laju indeks. Sektor keuangan melemah sebesar 0,90 persen, sementara sektor kesehatan mengalami penurunan tipis 0,33 persen pada perdagangan hari ini.