IHSG Hari Ini Turun, Saham BBRI Ikut Melorot

Redaksi Jurnalzone.id

Diterbitkan:

Saham BBRI

JURNALZONE.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) gagal mempertahankan tren positifnya dan ditutup melemah pada perdagangan hari ini, Selasa (25/11/2025). Indeks terkoreksi sebesar 0,56 persen ke level 8.521,89 setelah sebelumnya sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa (All Time High) pada penutupan Senin lalu. Pelemahan ini turut dipicu oleh melorotnya kinerja sejumlah saham berkapitalisasi besar, termasuk PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG sempat dibuka di level 8.570,85 dan bergerak fluktuatif hingga menyentuh level terendah di 8.487,22. Koreksi pada saham BBRI menjadi salah satu faktor penekan laju indeks hari ini, seiring dengan aksi ambil untung pelaku pasar setelah reli panjang sebelumnya.

Performa Saham Unggulan dan Transaksi

Selain BBRI yang mencatatkan kinerja negatif, tekanan jual juga melanda saham-saham likuid lainnya. Saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) tercatat turun cukup dalam sebesar 4,88 persen. Penurunan juga dialami oleh PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) yang terkoreksi 3,09 persen, serta PT Petrosea Tbk (PTRO) yang turun tipis 0,76 persen.

Aktivitas perdagangan hari ini terbilang sangat ramai dengan nilai transaksi mencapai Rp31,21 triliun. Volume perdagangan tercatat sebanyak 56,83 miliar lembar saham dengan frekuensi transaksi mencapai 2,55 juta kali. Kapitalisasi pasar bursa saat ini berada di angka Rp15.579 triliun.

Sentimen Demutualisasi Bursa

Tim Riset Phintraco Sekuritas menyoroti adanya sentimen regulasi yang tengah dicermati pasar. Pemerintah dan otoritas terkait sedang mengkaji Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) Demutualisasi Bursa Efek sebagai mandat undang-undang sektor keuangan.

“RPP Demutualisasi akan menjadi dasar perubahan besar struktur kelembagaan BEI, dari yang selama ini bursa dimiliki sepenuhnya oleh anggota bursa, akan menjadi perseroan yang kepemilikannya dapat dimiliki lebih luas,” ungkap Tim Riset Phintraco Sekuritas dalam analisisnya.

Dari pernyataan tersebut, dijelaskan bahwa investor sedang menimbang dampak jangka panjang dari perubahan struktur kepemilikan bursa, sembari menunggu rilis data ekonomi Amerika Serikat yang sempat tertunda akibat government shutdown.

Top Losers dan Gainers

Di tengah koreksi pasar, beberapa saham mencatatkan penurunan tajam (top losers), antara lain PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) yang ambruk 14,94 persen, PT Puri Global Sukses Tbk (PURI) turun 14,62 persen, dan PT Soho Global Health Tbk (SOHO) turun 14,25 persen.

Sebaliknya, saham yang berhasil mencetak untung besar (top gainers) dipimpin oleh PT Saraswati Indoland Development Tbk (SWID) yang naik 34,86 persen, disusul PT Semacom Integrated Tbk (SEMA) dan PT WEHA Transportasi Indonesia Tbk (WEHA) yang masing-masing naik di atas 34 persen.

Ikuti kami di Google News: Follow Kami

Bagikan Berita Ini