JURNALZONE.ID – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak tipis di zona merah pada akhir sesi perdagangan pertama, Rabu (24/9/2025). IHSG terkoreksi 3,21 poin atau sebesar 0,04% dan ditutup pada level 8.121,99. Pelemahan ini terjadi setelah pada perdagangan hari sebelumnya indeks berhasil mencetak rekor penutupan tertinggi sepanjang masa atau all-time high (ATH), yang memicu aksi ambil untung oleh sebagian investor.
Dilansir dari data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), sentimen pasar cenderung negatif dengan 423 saham mengalami penurunan, sementara hanya 224 saham yang berhasil menguat, dan 154 saham lainnya tidak bergerak atau stagnan. Meskipun terjadi koreksi, nilai transaksi di pasar terbilang sangat ramai, mencapai Rp 28 triliun dari 36,69 miliar saham yang diperdagangkan dalam 1,94 juta kali transaksi.
Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi pemberat utama yang menekan laju IHSG pada sesi ini. Di sisi lain, pelemahan indeks yang lebih dalam berhasil ditahan oleh penguatan saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT).
Dari sisi nilai transaksi, saham pendatang baru PT Merdeka Gold Resources (EMAS) menjadi yang paling ramai diburu investor di pasar reguler pada hari kedua perdagangannya. Anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) ini mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp 571,7 miliar. Sementara itu, di pasar negosiasi, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dan BBCA membukukan nilai transaksi fantastis hingga triliunan rupiah.