JURNALZONE.ID – Pasar keuangan Indonesia menunjukkan pergerakan yang bervariasi pada pembukaan perdagangan awal pekan, Senin (15/9/2025). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil dibuka di zona hijau dan melanjutkan tren positif, sementara nilai tukar (kurs) rupiah justru mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin pagi dibuka menguat sebesar 37,20 poin atau setara 0,47 persen ke posisi 7.891,26. Penguatan ini juga diikuti oleh indeks saham-saham unggulan. Kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 tercatat naik 4,93 poin atau 0,61 persen ke posisi 809,67. Kenaikan pada kedua indeks utama ini mengindikasikan adanya optimisme investor di pasar saham pada awal pekan.
Di sisi lain, pergerakan berbeda terjadi di pasar valuta asing. Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin pagi dibuka melemah.
Rupiah terkoreksi sebesar 33,50 poin atau 0,20 persen menjadi Rp 16.408 per dolar AS. Posisi ini lebih lemah dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp 16.375 per dolar AS.
Pergerakan yang kontras antara pasar saham dan pasar mata uang ini menunjukkan sentimen pelaku pasar yang terbelah. Penguatan di pasar saham dapat didorong oleh sentimen domestik atau ekspektasi kinerja emiten yang positif.
Sementara itu, pelemahan rupiah seringkali lebih dipengaruhi oleh faktor eksternal, seperti pergerakan dolar AS di pasar global dan kebijakan moneter internasional. Baca juga: Nilai Tukar Rupiah Pagi Hari Ini (15/9) Melamah, Mengapa?





