IHSG Hari Ini Berbalik Merah 0,38% di Sesi I Usai Sempat Menguat

Profit Taking Mereda, Tekanan Rupiah Bayangi IHSG 

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) terpaksa masuk ke jalur depresi pada penutupan perdagangan Sesi I, Kamis, 12 Februari 2026.

Meskipun sempat memberikan harapan di awal perdagangan, indeks justru parkir di level 8.259,17 pada pukul 11.59 WIB. Posisi ini mencerminkan penurunan sebesar 31,80 poin atau terpangkas 0,38% dibandingkan penutupan sebelumnya.

Kondisi ini terbilang kontras jika melihat performa pembukaan pasar pagi tadi. IHSG mengawali hari dengan melompat ke posisi 8.317,24, menguat 26,27 poin atau naik 0,32%.

Fluktuasi Tajam di Tengah Guyuran Stimulus

Sepanjang paruh pertama hari ini, indeks bergerak cukup volatil dengan menyentuh level tertinggi di 8.334,02. Namun, aksi jual yang masif menyeret indeks hingga ke titik terendah di level 8.220,15.

Indeks LQ45 juga sempat mencatatkan kenaikan sebesar 0,15% ke posisi 843,23 di awal sesi sebelum akhirnya ikut tertekan. Tekanan pasar ini terjadi di tengah upaya pemerintah menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Pemerintah sendiri telah mengalokasikan stimulus ekonomi yang fantastis, yakni sebesar Rp12,83 triliun. Dana jumbo tersebut ditargetkan untuk menjaga daya beli dan konsumsi domestik pada awal tahun 2026.

Sinergi BEI dan MSCI Perkuat Kepercayaan Global

Selain faktor domestik, pelaku pasar sebenarnya memiliki harapan besar dari sisi integritas pasar modal. Hal ini dipicu oleh pertemuan teknis antara manajemen BEI dengan MSCI Inc.

Kolaborasi ini diharapkan mampu memperbaiki kualitas pasar saham Indonesia di mata dunia. Langkah strategis ini bertujuan untuk menarik kembali arus modal asing (capital inflow) secara berkelanjutan.

Jika menilik histori data, posisi IHSG saat ini masih berada dalam rentang tahunan yang lebar. Indeks tercatat memiliki level terendah 52 minggu di 5.882,60 dan level tertinggi di 9.174,47.