Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya mencatatkan performa positif setelah mengalami tekanan hebat selama dua hari berturut-turut hingga memicu penghentian perdagangan sementara atau trading halt sebanyak dua kali. Pada perdagangan Jumat (30/1/2026), IHSG dibuka menghijau di posisi 8.308,72, menunjukkan pemulihan dibandingkan posisi penutupan sebelumnya yang berada pada angka 8.232,20.
Kebangkitan Seluruh Sektor Saham
Penguatan indeks pada sesi pagi ini didorong oleh aksi beli yang merata di seluruh sektor industri di bursa domestik. Sektor energi menjadi motor utama penguatan pasar dengan kenaikan yang paling signifikan dibandingkan sektor lainnya.
“Sektor saham energi naik 2,81%, dan pimpin penguatan,” dilansir dari data RTI yang memantau pergerakan harga saham secara real-time.
Dari data tersebut, ditegaskan bahwa sektor transportasi dan sektor cyclical juga turut menyumbang tren positif dengan kenaikan masing-masing sebesar 2,59% dan 2,52%. Kondisi ini mencerminkan optimisme investor yang kembali masuk ke pasar modal setelah sempat terjadi koreksi dalam di awal pekan.
Statistik Transaksi dan Pergerakan Indeks
Hingga pukul 10.18 WIB, IHSG terpantau kokoh di level 8.370,97 atau mengalami peningkatan sebesar 1,69%. Sebanyak 527 saham terpantau menguat yang secara langsung mendorong indeks terus bergerak di zona hijau, sementara 98 saham melemah dan 91 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga.
“Total frekuensi perdagangan saham 386.915 kali dengan volume perdagangan saham 5,7 miliar saham,” tulis laporan RTI mengenai aktivitas pasar pagi ini.
Dari pernyataan itu, dijelaskan bahwa nilai transaksi harian telah mencapai Rp4,2 triliun dengan frekuensi yang cukup tinggi. Hal ini menandakan likuiditas pasar yang mulai membaik seiring dengan meningkatnya volume perdagangan di lantai bursa.
Level Tertinggi dan Sentimen Mata Uang
Pada awal sesi perdagangan hari ini, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di angka 8.384,95 dengan batas bawah di level 8.280,77. Seluruh indeks acuan lainnya, termasuk indeks saham LQ45, juga terpantau kompak menghijau dengan kenaikan 2,26% ke posisi 832,42.
Meskipun pasar saham menunjukkan performa gemilang, nilai tukar rupiah terpantau masih berada dalam tekanan terhadap mata uang asing. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah tercatat berada di kisaran 16.799 pada saat perdagangan saham berlangsung.