IHSG Gagal Pertahankan Rekor 9.000, Ditutup Melemah di Zona Merah

Redaksi Jurnalzone.id

Diterbitkan:

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan pada Kamis, 8 Januari 2026, di zona merah. Indeks gagal mempertahankan momentum penguatan yang sempat membawanya menembus level psikologis 9.000 pada sesi pagi.

Berdasarkan data RTI, IHSG ditutup melemah 19,34 poin atau 0,22% ke level 8.925,47. Sepanjang perdagangan, IHSG sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa dengan menyentuh level 9.002,92 sebelum akhirnya berbalik arah dan mengalami tekanan jual hingga penutupan.

Tekanan jual terlihat semakin dominan memasuki sesi kedua perdagangan. Pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup dengan mayoritas saham berada di zona negatif. Tercatat sebanyak 370 saham mengalami koreksi, sementara 302 saham menguat dan 138 saham bergerak stagnan.

Dari sisi aktivitas perdagangan, volume transaksi hingga penutupan tercatat mencapai 54,87 miliar lembar saham dengan frekuensi transaksi sebanyak 3.833.937 kali. Nilai transaksi yang dibukukan pada perdagangan hari ini mencapai Rp28,49 triliun, mencerminkan masih tingginya minat investor meski indeks terkoreksi.

Saham Lapisan Kedua dan Ketiga Menguat Signifikan

Di tengah pelemahan IHSG, sejumlah saham lapis dua dan tiga mencatatkan lonjakan signifikan. PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk (SMLE) menjadi top gainers setelah sahamnya melesat 34,52% ke level Rp226.

Penguatan signifikan juga terjadi pada PT Koka Exa Nusantara Tbk (KOCI) yang meroket 34,04% ke Rp126, serta PT Ifishdeco Tbk (IFSH) yang terbang 25% ke posisi Rp1.450. Lonjakan harga saham tersebut mencerminkan tingginya minat spekulatif investor pada saham-saham berkapitalisasi kecil.

Tekanan Jual di Sektor Properti dan Manufaktur

Di sisi lain, tekanan jual cukup dalam menimpa sejumlah saham, terutama dari sektor properti dan manufaktur. PT Multi Hanna Kreasindo Tbk (MHKI) menjadi top losers setelah anjlok 14,97% ke level Rp250.

Saham PT Golden Flower Tbk (POLU) turut melemah 14,97% ke Rp24.575, sementara PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) merosot 14,94% ke Rp1.480. Koreksi tajam ini turut memberikan kontribusi terhadap pelemahan IHSG secara keseluruhan.

Saham Grup Bakrie dan Emiten Komoditas Ramai Transaksi

Meski IHSG ditutup melemah, aktivitas transaksi pada saham-saham berkapitalisasi besar tetap ramai. Emiten Grup Bakrie, PT Bumi Resources Tbk (BUMI), kembali menjadi saham dengan nilai transaksi terbesar di pasar reguler, yakni mencapai Rp1,64 triliun.

Di posisi berikutnya, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp1,27 triliun, disusul PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) dengan nilai transaksi Rp1,12 triliun. Tingginya nilai transaksi pada saham-saham tersebut menunjukkan minat investor masih kuat, terutama pada emiten berbasis komoditas.

Secara keseluruhan, pelemahan IHSG pada penutupan perdagangan hari ini mencerminkan aksi ambil untung setelah indeks mencetak rekor baru di atas level 9.000. Investor selanjutnya akan mencermati pergerakan saham-saham berkapitalisasi besar serta sentimen global dan domestik yang berpotensi memengaruhi arah pasar dalam beberapa hari ke depan.

Ikuti kami di Google News: Follow Kami

Bagikan Berita Ini

TERKAIT