JURNALZONE.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan tren pelemahannya pada penutupan perdagangan Rabu (15/10/2025). Indeks ditutup terkoreksi tipis 15,34 poin atau minus 0,19 persen ke level 8.051. Pelemahan ini terjadi di saat mayoritas bursa saham di kawasan Asia justru berhasil bergerak di zona hijau, menandakan IHSG gagal memanfaatkan sentimen positif regional.
Gagal Rebound dan Tekanan Sektor Teknologi
Sebelumnya, Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, memprediksi IHSG berpotensi mengalami technical rebound. Namun, prediksi tersebut tidak terwujud karena indeks gagal menembus level resistensi kuatnya dan kembali terkoreksi.
Berdasarkan data RTI Infokom, tekanan utama datang dari anjloknya tujuh dari sebelas indeks sektoral, yang dipimpin oleh sektor teknologi dengan penurunan tajam sebesar 3,34 persen. Di sisi lain, sektor barang konsumen primer menjadi penopang utama dengan kenaikan 0,72 persen.
Secara keseluruhan, sentimen jual masih mendominasi pasar. Hal ini terlihat dari 449 saham yang terkoreksi, berbanding 232 saham yang menguat. Investor membukukan nilai transaksi yang cukup besar, yakni Rp29,72 triliun dengan 36,11 miliar lembar saham yang diperdagangkan.
Berbeda Arah dengan Bursa Regional
Pelemahan IHSG hari ini kontras dengan pergerakan bursa saham utama di Asia yang kompak menguat. Indeks Nikkei 225 Jepang melesat 1,76 persen, Hang Seng Hong Kong naik 1,84 persen, Shanghai Composite China terapresiasi 1,22 persen, dan Straits Times Singapura ditutup plus 0,36 persen.
Pergerakan IHSG ini merupakan lanjutan dari tekanan jual signifikan pada hari sebelumnya, Selasa (14/10), di mana indeks anjlok 1,95 persen disertai dengan aksi jual bersih oleh investor asing (net sell) senilai Rp1,32 triliun pada saham-saham unggulan seperti BBRI, BBCA, dan BMRI.





