Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Selasa (14/10/2025) di zona merah setelah mengalami tekanan jual yang kuat sepanjang sesi. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup anjlok 1,95% atau kehilangan 160,67 poin ke level 8.066,52. Pelemahan ini terutama dibebani oleh rontoknya saham-saham berkapitalisasi pasar besar, khususnya di sektor energi dan perbankan.
Tekanan dari Saham Unggulan
Pemberat utama pergerakan IHSG pada hari ini datang dari saham milik Prajogo Pangestu, PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA), yang merosot tajam 7,14% ke level Rp7.475 per saham.
Tekanan berlanjut dari sektor perbankan, di mana saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) terkoreksi 3,31% menjadi Rp3.550. Senada, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) juga terkontraksi 3,01% ke harga Rp3.550 per saham.
Meski demikian, beberapa saham big caps lainnya mampu bertahan di zona hijau. Saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI) berhasil naik 2,94% ke Rp14.000, diikuti oleh saham PT Dian Swastatika Sentosa (DSSA) yang menguat 2,09% ke Rp106.400, dan PT Astra International Tbk. (ASII) yang naik tipis 0,43% ke Rp5.825 per saham.
Peta Pergerakan Pasar
Secara keseluruhan, sentimen negatif mendominasi pasar. Tercatat sebanyak 583 saham mengalami penurunan, sementara hanya 138 saham yang mampu menguat, dan 84 saham lainnya stagnan. Kapitalisasi pasar bursa pada penutupan hari ini mencapai Rp15.205 triliun.
Di luar saham unggulan, posisi top gainers dihuni oleh PT Topindo Solusi Komunika Tbk. (TOSK) yang meroket 34,78% ke Rp93. Di sisi lain, saham PT Rukun Raharja Tbk. (PPRI) menjadi top losers setelah terkoreksi 14,71% ke level Rp4.840.





