IHSG 5 Februari Diprediksi Bisa Tembus Level 8.200

IHSG 5 Februari Diprediksi Bisa Tembus Level 8.200

JURNALZONE.ID – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bakal menguji level psikologis 8.200 pada perdagangan Kamis, 5 Februari 2026. Target penguatan ini muncul setelah indeks menunjukkan performa positif pada penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada sesi perdagangan Rabu, 4 Februari 2026, IHSG resmi ditutup menguat di posisi 8.146,7 atau mengalami kenaikan sebesar 0,29%. Pergerakan indeks sempat diwarnai tekanan pada pembukaan pagi hari sebelum akhirnya berhasil melakukan reversal ke zona hijau.

Pemicu utama penguatan indeks dipengaruhi oleh faktor eksternal, yakni berlanjutnya tren kenaikan harga komoditas emas dan perak di pasar global. Pemulihan harga logam mulia tersebut menjadi motor penggerak kepercayaan diri pelaku pasar di bursa domestik.

Secara teknikal, Phintraco Sekuritas mencatat adanya sinyal akumulasi yang terlihat dari pembentukan histogram negatif MACD yang cenderung mengecil. Selain itu, indikator stochastic RSI terpantau masih bertahan pada area jenuh jual atau oversold.

“Sehingga kami memperkirakan IHSG berpotensi uji level 8.200 pada perdagangan Kamis (5/2/2026),” tulis Phintraco Sekuritas dalam ulasan resminya yang dirilis Rabu, 4 Februari 2026.

Fokus pelaku pasar kini tertuju pada rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia Tahun Penuh (FY) 2025 oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Konsensus pasar memproyeksikan pertumbuhan ekonomi berada di angka 5% YoY, sedikit di bawah realisasi FY2024 yang mencapai 5,3% YoY.

Untuk performa kuartal IV-2025 sendiri, ekonomi nasional diperkirakan tumbuh di level 5,2% YoY dan 1,9% QoQ. Angka ini mencatatkan kenaikan dibanding pertumbuhan kuartal III-2025 yang berada di level 5,04% YoY dan 1,43% QoQ.

Dari kancah global, investor sedang mencermati data penjualan ritel (retail sales) wilayah Euro periode Desember 2025 yang dijadwalkan rilis Kamis, 5 Februari 2026. Pertumbuhan sektor ritel tersebut diperkirakan naik menjadi 2,3% YoY dibandingkan capaian November 2025 sebesar 2%.

Sentimen moneter juga menjadi perhatian seiring dengan pertemuan bank sentral Eropa (ECB) yang diprediksi tetap mempertahankan suku bunga acuan pada level 2,15%. Selain itu, deposit facility rate ECB juga diperkirakan tertahan di angka 2%.

Langkah serupa diprediksi akan diambil oleh Bank of England (BoE) yang tetap mempertahankan tingkat suku bunga di level 3,75% pada Kamis, 5 Februari 2026. Kebijakan moneter yang stabil di Eropa dan Inggris ini turut memberikan kepastian arah pasar keuangan global.

Dalam ulasannya, Phintraco Sekuritas menyertakan sejumlah rekomendasi saham yang layak dicermati untuk aktivitas trading pada Kamis, 5 Februari 2026. Daftar saham pilihan tersebut meliputi INCO, INDY, MEDC, BRIS, serta BTPS.

Mau berita terbaru? Ikuti Jurnalzone.id di Google News Sekarang!