Hilmi Gimnastiar Disanksi Dilarang Main Selamanya

Redaksi Jurnalzone.id

Diterbitkan:

Hilmi Gimnastiar

JURNALZONE.ID – Komite Disiplin (Komdis) Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Timur resmi menjatuhkan sanksi larangan beraktivitas sepak bola seumur hidup kepada Muh. Hilmi Gimnastiar, pemain klub Putra Jaya Pasuruan. Hukuman maksimal ini diberikan sebagai respons tegas atas tindakan kekerasan brutal yang dilakukannya dalam lanjutan kompetisi Liga 4 Kapal Api Piala Gubernur Jawa Timur 2025/2026.

Ketua Komdis Asprov PSSI Jatim, Samiadji Makin Rahmat, mengonfirmasi keputusan tersebut pada Selasa (6/1) melalui sambungan telepon. Pihaknya menilai tindakan pelaku telah melampaui batas toleransi dan termasuk dalam kategori pelanggaran berat terhadap Kode Disiplin PSSI yang mengancam keselamatan pemain lain.

Kronologi dan Dasar Hukum

Insiden tersebut terjadi dalam laga babak 32 besar Grup CC antara Putra Jaya Pasuruan kontra Perseta 1970 Tulungagung di Stadion Gelora Bangkalan, Senin (5/1). Berdasarkan hasil sidang, Hilmi terbukti secara sah melanggar Pasal 48 juncto Pasal 49 Kode Disiplin PSSI setelah menendang dada pemain lawan, Firman Nugraha Ardhiansyah, hingga menyebabkan luka parah.

Selain hukuman larangan beraktivitas permanen, Komdis PSSI Jatim juga menjatuhkan sanksi finansial. Merujuk pada Pasal 78 Kode Disiplin PSSI, pelaku diwajibkan membayar denda sebesar Rp2,5 juta. Keputusan ini diharapkan dapat memberikan efek jera sekaligus menjadi preseden agar kekerasan serupa tidak terulang di masa depan.

Peringatan Keras Komdis

Dilansir dari ANTARA, Samiadji Makin Rahmat menekankan bahwa sepak bola harus menjunjung tinggi sportivitas dan keselamatan. Ia berharap sanksi ini menjadi “alarm” bagi seluruh pemain untuk tidak meremehkan aturan di lapangan hijau.

Dalam keterangannya, Makin menegaskan: “Hukuman itu juga kami putuskan agar tidak ada pemain lainnya yang meremehkan dengan melakukan tindakan yang sama, ini sepak bola bukan bela diri.”

Meski sanksi berat telah dijatuhkan, Komdis PSSI Jatim menyatakan bahwa mekanisme banding masih terbuka bagi pihak terkait sesuai aturan yang berlaku. Langkah disipliner ini diambil demi menjaga integritas kompetisi dan nilai fair play dalam ekosistem sepak bola Jawa Timur.

Ikuti kami di Google News: Follow Kami

Bagikan Berita Ini