Skuad bulu tangkis Indonesia mencatatkan hasil beragam pada babak perempat final nomor perorangan (individual event) di ajang 33rd SEA Games Thailand 2025, Jumat (12/12/2025). Pasukan Merah Putih berhasil mengamankan tiket ke semifinal melalui sektor ganda campuran dan tunggal putri, meskipun satu wakil muda lainnya harus terhenti langkahnya.
Kepastian ini didapat setelah pasangan ganda campuran Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta N. Pasaribu dan tunggal putri Putri Kusuma Wardani sukses menumbangkan lawan-lawannya. Namun, nasib berbeda dialami oleh Ni Kadek Dhinda A. Pratiwi yang harus mengakui keunggulan wakil Malaysia.
Dominasi Mutlak Jafar/Felisha

Pasangan ganda campuran Indonesia, Jafar Hidayatullah dan Felisha Alberta N. Pasaribu, membuka jalan ke semifinal dengan penampilan yang sangat dominan. Menghadapi wakil Myanmar, Hein Htut dan Thet Htar Thuzar, pasangan unggulan Indonesia ini tidak memberikan celah sedikitpun bagi lawan untuk mengembangkan permainan.
Berdasarkan papan skor resmi pertandingan, Jafar/Felisha menang dua gim langsung dengan skor telak 21-8 dan 21-5. Kemenangan ini menegaskan perbedaan kualitas yang cukup jauh antara kedua pasangan dan memastikan langkah Jafar/Felisha ke babak empat besar untuk memperebutkan medali.
Putri KW Penuhi Ekspektasi
Di sektor tunggal putri, Putri Kusuma Wardani (Putri KW) yang berstatus sebagai unggulan pertama [1] berhasil membuktikan kelasnya. Ia menghadapi perlawanan cukup sengit dari tunggal putri Malaysia, Karupathevan Letshanaa, terutama di gim pertama.
Meski sempat mendapatkan tekanan, Putri KW mampu menjaga ketenangannya di poin-poin kritis. Ia menutup gim pertama dengan skor 21-18. Memasuki gim kedua, Putri tampil lebih lepas dan mendominasi permainan hingga akhirnya menyudahi perlawanan Letshanaa dengan skor 21-13, sekaligus mengunci satu tempat di semifinal.
Langkah Dhinda Pratiwi Terhenti
Sayangnya, keberhasilan Putri KW tidak dapat diikuti oleh kompatriotnya, Ni Kadek Dhinda A. Pratiwi. Menghadapi wakil Malaysia lainnya, Wong Ling Ching, Dhinda tampak kesulitan keluar dari tekanan sejak awal pertandingan.
Pada gim pertama, Dhinda harus tertinggal cukup jauh dan kalah 11-21. Berusaha bangkit di gim kedua, Dhinda memberikan perlawanan yang lebih ketat, namun Wong Ling Ching tetap tampil konsisten. Pertandingan pun berakhir dengan skor 17-21 untuk kemenangan wakil Malaysia, membuat langkah Dhinda terhenti di babak delapan besar ini.





