JURNALZONE.ID – Babak pertama laga panas bertajuk Derbi Suramadu antara Madura United melawan Persebaya Surabaya berakhir tanpa pemenang. Dalam pertandingan pekan ke-16 Super League 2025/26 yang digelar di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Sabtu (3/1) malam, kedua tim harus puas masuk ke ruang ganti dengan skor kacamata 0-0.
Persebaya Surabaya yang datang dengan modal tren positif tak terkalahkan di delapan laga terakhir, langsung mengambil inisiatif serangan. Skuad Bajul Ijo yang menghuni peringkat 7 klasemen tampil jauh lebih agresif dibandingkan tuan rumah Madura United yang memulai laga dari posisi 11.
Jual Beli Serangan Awal
Tekanan bertubi-tubi langsung dilancarkan tim tamu sejak menit awal. Pada menit ke-3, pertahanan Madura United dikejutkan oleh tendangan keras Dimas Wicaksono, namun bola masih berhasil diblokir oleh bek tuan rumah.
Kesulitan menembus rapatnya pertahanan Persebaya lewat permainan terbuka, Madura United mencoba peruntungan lewat tembakan jarak jauh. Lulinha sempat melepaskan sepakan on target, namun kiper Persebaya, Ernando Ari, sigap menepis bola ke atas gawang. Tuan rumah kemudian berusaha memperlambat tempo permainan untuk meredam agresivitas lawan.
Peluang Emas Membentur Mistar
Momen paling berbahaya di babak pertama terjadi pada menit ke-24. Gelandang Persebaya, Rachmat Irianto, melepaskan umpan terobosan matang kepada Diego Mauricio. Striker bernomor punggung 99 itu melepaskan tembakan dari sudut sempit, namun bola hanya menyenggol sisi atas mistar gawang Madura United.
Memasuki menit ke-36, Persebaya praktis mengepung pertahanan tuan rumah. Meski demikian, penyelesaian akhir yang kurang tenang membuat gawang Madura United tetap perawan. Di sisi lain, upaya serangan balik Laskar Sape Kerrab selalu mudah dipatahkan. Hingga wasit meniup peluit panjang tanda jeda, skor tetap imbang 0-0.
Persebaya Surabaya mendominasi jalannya babak pertama dengan menciptakan sejumlah peluang berbahaya termasuk satu tembakan membentur mistar, namun solidnya pertahanan Madura United memaksa skor tetap imbang.