JURNALZONE.ID – Tuan rumah PSPS Pekanbaru harus menelan pil pahit usai dipermalukan tamunya, Garudayaksa FC, dalam lanjutan match day ke-12 babak penyisihan Grup A Liga 2 Championship 2025/2026. Bertanding di Stadion Kaharuddin Nasution, Pekanbaru, Riau, sore ini pukul 15.30 WIB, skuad Asykar Bertuah takluk 0-1 dalam laga yang diwarnai drama kartu merah dan intervensi Video Assistant Referee (VAR) yang kontroversial di menit akhir.
Kebuntuan di Babak Pertama
Dilansir dari laporan pertandingan, kedua kesebelasan langsung memperagakan permainan terbuka sejak peluit awal dibunyikan. Namun, hingga sepuluh menit pertama, belum ada peluang emas yang tercipta. Garudayaksa FC sempat mengancam pada menit ke-12 melalui Seungwoo Ryu di dalam kotak penalti, namun sepakannya masih melebar. Peluang emas lainnya datang dari kaki Andik Vermansyah pada menit ke-17, yang juga gagal dikonversi menjadi gol.
Laga sempat terhenti cukup lama antara menit ke-20 hingga 23 akibat cedera yang dialami pemain PSPS, Yudhi Adittia, yang akhirnya harus ditarik keluar. Hingga turun minum, skor kacamata 0-0 tetap bertahan meski kedua tim silih berganti melakukan serangan.
Kartu Merah dan Gol Kejutan
Memasuki babak kedua, tensi pertandingan meningkat. Petaka bagi tim tamu datang pada menit ke-62. Wasit menghentikan laga untuk mengecek VAR setelah Birrul Walidain melanggar pemain PSPS, Asir, sebagai orang terakhir di lini pertahanan. Akibatnya, Birrul diganjar kartu merah langsung, memaksa Garudayaksa FC bermain dengan 10 orang.
Meski kalah jumlah pemain, Garudayaksa FC justru tampil lebih determinan. Pada menit ke-80, Agus Nova sukses memecah kebuntuan. Memanfaatkan umpan sepak pojok dari Alfin Faiz, Agus Nova mencetak gol yang membawa Garudayaksa unggul 0-1.
Drama VAR dan Kiper Dadakan
Puncak drama terjadi di masa injury time. PSPS Pekanbaru sempat bersorak ketika Ilham Fathoni mencetak gol penyeimbang yang mengubah skor menjadi 1-1. Namun, wasit kembali melakukan pengecekan VAR. Keputusan mengejutkan diambil; gol Ilham Fathoni dianulir, namun wasit memberikan hadiah penalti kepada PSPS Pekanbaru karena adanya pelanggaran sebelum gol terjadi.
Dalam proses tersebut, kiper Garudayaksa FC, Rudi Rajak, diganjar kartu merah setelah tinjauan VAR. Situasi ini memaksa striker Garudayaksa, Everton Nascimento, menjadi kiper dadakan karena jatah pergantian pemain yang terbatas atau strategi darurat. Garudayaksa pun harus menyelesaikan laga dengan 9 pemain di lapangan.
Cristian Alex yang maju sebagai eksekutor penalti bagi PSPS gagal menunaikan tugasnya. Tendangannya berhasil ditepis oleh Everton Nascimento yang tampil heroik di bawah mistar gawang. Kegagalan penalti tersebut memastikan kemenangan dramatis Garudayaksa FC atas tuan rumah.
Susunan Pemain:
- PSPS Pekanbaru: Muhammad Darmawan (PG); Achmad Faris Ardiansyah (C), Irsan Rahman Lestaluhu, Jimmy Julianus, Muhammad Rio Saputro; M. Rafly I. Selang, Nugroho Santoso, Yudhi Adytia Pratama (diganti), Asir; Hari Nur Yulianto, Muhammad Andy Harjito. Pelatih: Aji Santoso.
- Garudayaksa FC: Rudi Rajak (PG); Ahmad Birrul Walidain, Muhammad Iqbal Al Ghuzat, Obet Choiri, Vicente Antonio Concha Razzouk; Asep Berlian (C), Manca Cingi, Seungwoo Ryu; Andik Vermansyah, Everton Nascimento, Muhammad Raihan Utama. Pelatih: Khamid Mulyono.



