Hari Ini Harga Bitcoin Naik, Altcoin Ikut Menguat Tajam

Si Kripto

Diterbitkan:

Bitcoin naik atau turun

JURNALZONE.ID – Pasar aset kripto menunjukkan pemulihan yang signifikan setelah Bitcoin kembali melonjak di atas level psikologis US$90.000 pada perdagangan Selasa waktu setempat. Rebound harga ini terjadi pasca aksi jual besar-besaran yang sempat mengejutkan Wall Street dan menghapus nilai hampir US$1 miliar dari taruhan dengan leverage baru.

Hingga Rabu (3/12/2025) pukul 13.15 WIB, harga Bitcoin terpantau menguat di level US$93.721, memberikan angin segar bagi para investor di tengah volatilitas pasar.

Sentimen Positif dari Regulator dan Institusi

Kenaikan harga ini tidak hanya dialami oleh Bitcoin yang melonjak hingga 6,8 persen. Aset kripto lainnya juga menunjukkan tren positif, di mana Ether berhasil kembali ke zona di atas US$3.000. Sementara itu, token dengan kapitalisasi pasar lebih kecil seperti Cardano, Solana, dan Chainlink mencatat kenaikan impresif lebih dari 10 persen.

Para pedagang (trader) mulai melihat berbagai sinyal positif setelah berminggu-minggu menghadapi permintaan yang melemah. Salah satu pendorong utama sentimen ini adalah pernyataan Ketua Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC), Paul Atkins.

“Rencana untuk mengumumkan langkah-langkah di balik ‘pengecualian inovasi’ untuk perusahaan aset digital,” ungkap Atkins terkait kebijakan barunya.

Dari pernyataan tersebut, tersirat adanya potensi pelonggaran regulasi yang memungkinkan perusahaan aset digital untuk berinovasi lebih leluasa tanpa hambatan birokrasi yang ketat. Selain itu, sentimen positif juga datang dari keputusan Vanguard Group yang diumumkan pada Senin lalu, yang menyatakan akan mengizinkan perdagangan ETF dan reksa dana berbasis kripto di platform mereka.

Dampak Pernyataan Strategy Inc

Sebelum pemulihan ini terjadi, harga token sempat anjlok tajam pada awal pekan akibat kekhawatiran pasar terhadap likuiditas perusahaan besar. Kekhawatiran ini dipicu oleh komentar CEO Strategy Inc. (sebelumnya dikenal sebagai MicroStrategy) yang menyebutkan kemungkinan penjualan aset Bitcoin perusahaan jika diperlukan untuk membayar utang.

Perusahaan tersebut juga mengumumkan pembentukan cadangan dana tunai sebesar US$1,4 miliar untuk memastikan ketersediaan likuiditas. Pernyataan ini sempat memicu kepanikan jangka pendek yang menyebabkan tekanan jual di pasar.

Kewaspadaan Pasar Tetap Diperlukan

Meskipun harga mulai pulih, pengamat pasar mengingatkan bahwa tren ini masih belum sepenuhnya stabil. Para pedagang tetap waspada mengingat sentimen pasar yang masih tergolong rapuh.

Indikator teknikal dari CryptoQuant menunjukkan bahwa tingkat pendanaan (funding rate) Bitcoin telah menjadi negatif dalam beberapa hari terakhir.

Hal ini mengindikasikan bahwa di pasar futures abadi, permintaan untuk taruhan bearish (penurunan harga) masih lebih dominan dibandingkan posisi bullish, menandakan adanya tekanan yang mungkin terus berlanjut.

Ikuti kami di Google News: Follow Kami

Bagikan Berita Ini