JURNALZONE.ID – Harga saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) mengalami lonjakan signifikan sebesar 9,7 persen hingga mencapai level Rp735 per lembar pada sesi pertama perdagangan di Bursa Efek Indonesia. Peristiwa kenaikan harga saham yang cukup drastis ini tercatat secara resmi pada tanggal 02/01/2026 sebagai pembukaan tahun yang positif bagi emiten tersebut.
Hingga pukul 09.40 WIB di hari yang sama, volume transaksi telah mencapai 784 juta saham dengan total nilai transaksi yang menyentuh angka Rp563 miliar. Pergerakan pasar yang agresif ini menempatkan saham DEWA sebagai salah satu instrumen investasi dengan nilai pembelian bersih terbesar oleh investor institusi di pasar reguler.
Faktor Utama Kenaikan Harga Saham DEWA
Peningkatan nilai saham ini didorong oleh aksi beli masif yang dilakukan oleh sejumlah investor institusi serta realisasi program pembelian kembali oleh perusahaan. Manajemen PT Darma Henwa Tbk memutuskan untuk melakukan buyback guna memperkuat struktur modal dan menstabilkan pergerakan harga di pasar reguler.
CGS International dilaporkan menjadi salah satu aktor utama di balik akumulasi saham ini dengan total nilai mencapai sekitar Rp179,6 miliar. Kehadiran institusi besar memberikan kepercayaan diri tambahan bagi para pelaku pasar ritel untuk ikut serta dalam pergerakan harga yang sedang terjadi secara masif.
Berdasarkan laporan terbaru, program buyback yang dijalankan oleh manajemen DEWA memiliki nilai total sebesar Rp160 miliar untuk menjaga suplai saham. Langkah strategis tersebut secara otomatis mengurangi jumlah pasokan saham yang beredar sehingga menciptakan kelangkaan yang mendorong kenaikan harga lebih lanjut di lantai bursa.
Detail Transaksi dan Akumulasi Dana Institusi
Data dari platform Stockbit Sekuritas menunjukkan bahwa saham DEWA berhasil membukukan nilai pembelian bersih atau net buy sebesar Rp194,9 miliar. Tren positif ini sebenarnya telah dimulai sejak akhir tahun lalu, tepatnya pada akhir Desember 2025, ketika harga melonjak tajam seiring penguatan IHSG.
Berikut adalah ringkasan detail transaksi yang mempengaruhi pergerakan saham DEWA pada awal Januari 2026:
- Volume Perdagangan: Tercatat ada sekitar 784 juta lembar saham yang berpindah tangan hanya dalam waktu kurang dari dua jam perdagangan awal.
- Total Nilai Transaksi: Putaran uang yang terjadi di pasar untuk saham ini mencapai Rp563 miliar yang menunjukkan likuiditas sangat tinggi di pasar modal.
- Net Buy Institusi: Akumulasi dana dari investor besar mencapai Rp194,9 miliar yang menjadi motor utama penggerak grafik harga secara signifikan.
- Nilai Buyback Saham: Dana sebesar Rp160 miliar dialokasikan khusus oleh manajemen untuk membeli kembali saham dari publik guna memperketat suplai pasar.
Analisis Teknikal dan Prediksi Pergerakan Pasar
Secara teknikal, pergerakan harga saham DEWA saat ini dinilai sangat kuat karena telah berhasil menembus dua titik hambatan atau resistance penting. Level harga 615 dan 720 kini telah terlampaui sehingga membuka jalan bagi saham ini untuk membentuk tren naik yang lebih berkelanjutan.
BRI Danareksa Sekuritas mencatat munculnya pola higher high yang memberikan indikasi kuat bahwa momentum bullish masih akan berlanjut dalam beberapa waktu ke depan. Meskipun demikian, para investor tetap disarankan untuk memantau indikator teknikal lainnya guna menghindari jebakan volatilitas yang mungkin muncul tiba-tiba.
Imbauan Bagi Investor dan Manajemen Risiko
Meskipun performa saham DEWA sangat mengesankan di awal tahun, pelaku pasar perlu memperhatikan potensi terjadinya aksi ambil untung oleh para trader. Lonjakan yang terlalu tajam dalam waktu singkat seringkali diikuti oleh koreksi harga yang cukup dalam untuk mencapai titik keseimbangan baru di pasar.
Strategi manajemen risiko harus tetap diprioritaskan oleh investor untuk melindungi modal dari fluktuasi pasar yang tidak terduga pada sesi perdagangan berikutnya. Disiplin dalam menentukan titik masuk dan keluar sangat diperlukan agar potensi keuntungan maksimal dapat terealisasi dengan baik bagi para pemegang saham.