JURNALZONE.ID – Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatatkan lonjakan signifikan sebesar 7,65 persen ke level Rp394 per lembar pada perdagangan sesi I, Jumat (2/1/2026). Hingga pukul 11.16 WIB, emiten pertambangan batu bara milik Grup Bakrie dan Salim ini mencatatkan volume transaksi masif yang mencapai 5,34 miliar saham.
Penguatan harga ini dipicu oleh aksi beli besar-besaran yang menempatkan BUMI sebagai saham dengan minat pasar tertinggi. Aktivitas perdagangan terpantau sangat padat dengan rata-rata volume harian yang mulai terlampaui seiring derasnya arus modal masuk.
Dominasi Aksi Beli dan Capaian Net Buy
Berdasarkan data aplikasi Stockbit Sekuritas, saham berkode BUMI ini mencetak nilai beli bersih (net buy) sebesar Rp347,6 miliar. Angka tersebut merupakan nilai akumulasi tertinggi di antara seluruh saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia pada sesi tersebut.
Antusiasme pasar juga terlihat dari frekuensi transaksi yang mencapai 60.339 kali dengan nilai transaksi awal menembus Rp947 miliar. Harga saham yang sempat berada di level Rp392 pada pukul 09.25 WIB terus merangkak naik hingga mencapai posisi puncaknya di sesi pertama.
Analisis Tren dan Proyeksi Pasar
Sentimen positif terhadap emiten ini sejalan dengan pandangan optimis dari analis pasar modal. BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) melalui laporan harian “Sapa Mentari” menyebutkan bahwa pergerakan harga BUMI masih berada dalam jalur yang positif.
“Pergerakan saham BUMI masih cenderung bullish secara tren,” tulis BRI Danareksa Sekuritas dalam ulasannya pada Jumat pagi.
Dari pernyataan tersebut, ditegaskan bahwa kenaikan harga saat ini didukung oleh momentum teknikal yang kuat. Tingginya volume transaksi yang mencapai miliaran lembar saham menunjukkan adanya kepercayaan investor terhadap keberlanjutan tren kenaikan ini dalam jangka pendek.