Harga Perak Naik Lagi Hari Ini, 16 Oktober

Harga Perak

JURNALZONE.IDHarga perak batangan yang diproduksi oleh PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali melanjutkan tren kenaikannya pada perdagangan Kamis, 16 Oktober 2025. Dilansir dari situs resmi Logam Mulia, harga perak domestik tercatat menanjak sebesar Rp 600 per gram, membawa harga jualnya ke level Rp 28.600 dari posisi hari sebelumnya di Rp 28.000 per gram. Kenaikan ini sejalan dengan penguatan signifikan yang terjadi di pasar komoditas global.

Penguatan Harga di Pasar Domestik

Kenaikan harga berlaku untuk semua ukuran perak batangan yang ditawarkan Antam. Untuk varian berukuran 250 gram, harganya kini dibanderol mencapai Rp 5,95 juta.

Sementara itu, untuk ukuran yang lebih besar yakni 500 gram, harganya dipatok sebesar Rp 11,5 juta. Tren positif ini menjadikan perak sebagai salah satu aset yang kembali dilirik investor di tengah ketidakpastian pasar.

Didorong Tensi Dagang dan Pasokan Global

Analis pasar dari City Index dan FOREX.com, Fawad Razaqzada, menilai bahwa penguatan harga perak saat ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China. Kondisi ini mendorong investor untuk melakukan diversifikasi aset guna melindungi nilai portofolio mereka dari risiko di pasar saham.

“Logam ini sedang naik daun dan tampaknya tidak ingin berhenti. Ketegangan dagang yang meningkat memberi alasan bagi investor untuk memperkuat portofolio mereka dengan logam mulia,” ujar Razaqzada.

Dari pernyataan itu, dijelaskan bahwa logam mulia seperti perak menjadi aset lindung nilai (safe haven) yang menarik saat tensi geopolitik meningkat. Di pasar spot global, harga perak terpantau melonjak 2,48% ke posisi US$ 52,66 per troy ounce.

Sementara itu, Michael Brown, ahli strategi senior di Pepperstone, menambahkan bahwa lonjakan harga juga dipengaruhi oleh pasokan yang ketat di London. Fenomena backwardation ekstrem dan rekor harga sewa menjadi indikatornya. Namun, ia mengingatkan bahwa tren penguatan ini bisa berbalik arah dengan cepat jika pasokan global kembali normal.