Harga Emas Dunia Turun, Berapa per Gram?

Redaksi Jurnalzone.id

Diterbitkan:

Harga Emas Digital

Harga emas di pasar komoditas global mengalami koreksi tajam pada perdagangan Sabtu (18/10/2025). Harga logam mulia ini jatuh ke level psikologis US$4.200 per troi ons, atau setara dengan Rp2,24 juta per gram.

Penurunan ini terjadi setelah penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) yang dipicu oleh meredanya ketegangan perdagangan antara AS dan China, sehingga mengurangi daya tarik emas sebagai aset lindung nilai (safe-haven).

Pemicu Utama Pelemahan Emas

Dilansir dari data Bloomberg, harga emas di pasar spot tercatat berada di level US$4.251,82 per troi ons, atau turun sebesar 1,73% dari hari sebelumnya. Sementara itu, bursa Comex di Amerika Serikat menunjukkan harga emas berjangka anjlok lebih dalam sebesar 2,12% ke posisi US$4.213,30 per troi ons.

Faktor utama di balik pelemahan ini adalah penguatan indeks dolar AS sebesar 0,10% ke level 98,43. Menguatnya dolar didorong oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengindikasikan bahwa penerapan tarif penuh terhadap produk China kemungkinan sulit untuk dipertahankan.

Seorang analis logam mulia independen, Tai Wong, memberikan pandangannya kepada Reuters mengenai fenomena ini.

“Pernyataan Trump yang lebih moderat setelah pengumuman tarif 100% membuat tensi perdagangan menurun, sehingga mengurangi daya tarik emas sebagai aset lindung nilai,” ujarnya.

Dari pernyataan itu, dijelaskan bahwa investor cenderung meninggalkan aset aman seperti emas ketika risiko geopolitik global menurun dan beralih ke aset yang lebih berisiko namun berpotensi memberikan imbal hasil lebih tinggi.

Prospek Jangka Panjang Tetap Positif

Meskipun mengalami koreksi, tren harga emas sepanjang tahun 2025 menunjukkan lonjakan luar biasa lebih dari 64%. Kenaikan ini didukung oleh berbagai faktor, termasuk ketegangan geopolitik, aksi beli masif oleh bank sentral global, arus masuk dana ke Exchange Traded Fund (ETF) berbasis emas, serta ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga acuan oleh Federal Reserve (The Fed).

Para analis pun memproyeksikan prospek jangka panjang yang masih sangat positif. Kepala Riset Komoditas Global Standard Chartered Bank, Suki Cooper, memperkirakan harga emas akan mencapai rata-rata US$4.488 per troi ons pada tahun 2026. Menurutnya, emas masih memiliki ruang untuk naik lebih lanjut karena didukung oleh faktor fundamental yang kuat.

Senada dengan itu, HSBC juga menaikkan proyeksi harga rata-rata emas tahun 2025 sebesar US$100 menjadi US$3.455 per troi ons dan bahkan memprediksi harga emas berpotensi menyentuh US$5.000 per troi ons pada 2026.

Ikuti kami di Google News: Follow Kami

Bagikan Berita Ini