JURNALZONE.ID – Harga emas dunia terpantau mengalami koreksi pada perdagangan Kamis (18/9/2025) setelah sempat mencetak rekor tertinggi baru. Pelemahan ini terjadi seiring sikap pasar yang mencermati pernyataan dari Federal Reserve (The Fed) pasca keputusan pemangkasan suku bunga, yang memicu aksi ambil untung (profit-taking) oleh sebagian investor.
Mengutip data dari Reuters, harga emas di pasar spot melemah 0,9% dan ditutup pada level US3.658,25 per troy ounce. Penurunan ini terjadi sesaat setelah logam mulia tersebut berhasil menyentuh level tertinggi sepanjang masa di US3.707,40. Sementara itu, harga emas berjangka AS untuk kontrak pengiriman Desember juga mengalami penurunan tipis sebesar 0,2% ke posisi US$3.717,8 per troy ounce.
Koreksi harga ini dinilai sebagai reaksi jangka pendek pasar terhadap kebijakan moneter terbaru The Fed. Bank sentral AS tersebut diketahui telah memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin dan memberikan sinyal akan adanya penurunan lanjutan secara bertahap hingga akhir tahun. Langkah tersebut sebelumnya telah mendorong harga emas naik signifikan.
Meskipun terkoreksi dalam perdagangan harian, tren penguatan emas secara fundamental belum berubah. Sepanjang bulan September berjalan, harga emas masih mencatatkan kenaikan impresif hampir 6%. Hal ini menunjukkan bahwa emas masih menjadi aset primadona di tengah ekspektasi kebijakan moneter yang lebih longgar ke depan.





