Harga minyak sawit mentah (CPO) melanjutkan tren kenaikan untuk hari ketiga berturut-turut pada Jumat, 9 Januari 2026. Kenaikan ini terjadi di tengah pelemahan nilai tukar ringgit Malaysia dan menguatnya pasar minyak nabati pesaing.
Berdasarkan data pasar yang dihimpun hingga pukul 15.56 WIB, kontrak berjangka (futures) CPO di Bursa Malaysia Derivatives tercatat meningkat 0,72 persen. Angka tersebut membawa harga CPO mencapai level 4.071 ringgit Malaysia per ton.
Penguatan harga CPO ini didukung oleh beberapa faktor. Selain pelemahan ringgit yang membuat komoditas lebih murah bagi pembeli dengan mata uang lain, pasar juga melihat penguatan pada minyak nabati pesaing di bursa Dalian dan Chicago.
Selain itu, ekspektasi peningkatan permintaan menjelang perayaan Tahun Baru Imlek dan bulan Ramadan yang akan jatuh pada Februari mendatang turut menjadi katalis positif bagi harga CPO.
Analis teknikal Reuters, Wang Tao, memproyeksikan potensi kenaikan lebih lanjut. “Minyak sawit berpeluang kembali menguji level tertinggi pada 30 Desember di MYR4.102 per ton, seiring terbentuknya gelombang c,” ujar Wang Tao.
Di sisi lain, mengutip laporan Trading Economics, para pejabat Indonesia memberikan sinyal terkait kemungkinan kenaikan pungutan ekspor minyak sawit. Langkah ini dipertimbangkan untuk mendanai program mandatori biodiesel yang sedang berjalan.





