JURNALZONE.ID – Pelatih Barcelona, Hansi Flick, dilaporkan tengah bekerja keras untuk membenahi kerentanan di lini pertahanan timnya yang musim ini tidak tampil seefektif musim lalu. Dilansir dari Mundo Deportivo (16/11/2025), Flick tetap berkomitmen pada filosofi permainannya meski lini belakangnya menunjukkan masalah, terutama setelah hasil imbang melawan Club Brugge.
Flick menegaskan bahwa ia tidak akan mengubah ideologi permainan timnya. Baginya, identitas permainan adalah hal utama.
“Kami adalah Barça dan kami ingin memainkan sepak bola kami,” kata Hansi Flick, mengisyaratkan bahwa ia akan menang atau kalah dengan tetap memegang teguh idenya.
Pernyataan itu menegaskan bahwa Flick tidak akan mengorbankan filosofi garis pertahanan tinggi (high line) dan permainan proaktif, meski musim ini eksekusinya jauh dari kata sukses.
Penurunan Statistik yang Drastis
Masalah di lini belakang Barcelona musim ini terlihat jelas dari data statistik. Musim ini, tim dinilai gagal mengeksekusi garis pertahanan tinggi dan jebakan offside dengan tingkat kesuksesan yang sama seperti musim lalu.
Data menunjukkan, setelah 16 pertandingan resmi musim lalu, Barcelona berhasil menjebak lawan dalam posisi offside sebanyak 105 kali. Bandingkan dengan musim ini, di mana dalam jumlah pertandingan yang sama, angka tersebut anjlok drastis menjadi hanya 66 kali.
Selain itu, jumlah kebobolan juga meningkat signifikan. Skuad asuhan Flick sejauh ini telah kemasukan 22 gol, enam gol lebih banyak daripada yang mereka derita pada tahap yang sama di musim 2024/25.
Perbaikan Menggunakan Layar Raksasa
Menurut laporan Mundo Deportivo, Flick dan jajaran stafnya tidak tinggal diam. Untuk memperbaiki struktur pertahanan, Flick dan salah satu asistennya yang bertanggung jawab atas area ini, Heiko Westermann, memanfaatkan teknologi di lapangan latihan.
Mereka dilaporkan menggunakan layar raksasa yang terpasang di lapangan latihan. Di layar tersebut, video-video pertandingan diputar untuk meninjau ulang, menganalisis, dan mengoreksi aksi-aksi yang salah di lapangan secara langsung.
Penyesuaian yang dilakukan berfokus pada detail krusial, seperti kapan waktu yang tepat bagi lini belakang untuk melangkah maju (membuat jebakan offside) atau kapan harus mundur. Selain itu, latihan ini juga untuk memperbaiki cara pemain mempertahankan posisi tubuh (body positioning) yang benar.
Akar Masalah Bukan Hanya di Belakang
Staf pelatih Barcelona menyimpulkan bahwa akar masalah kerentanan pertahanan ini melampaui lini terakhir. Salah satu fokus utama perbaikan adalah intensitas pressing saat kehilangan bola.
Contoh nyata dari masalah ini adalah gol Kylian Mbappe di El Clasico. Dalam proses gol tersebut, Jude Bellingham (pemain lawan) memiliki waktu beberapa detik untuk berpikir dan melepaskan umpan matang tanpa ada tekanan agresif.
Peran penjaga gawang dalam sistem Flick juga sangat vital. Joan Garcia dan Wojciech Szczesny saat ini tercatat sebagai kiper di lima liga besar Eropa yang paling banyak melakukan aksi defensif di luar kotak penalti. Mereka ditangani khusus oleh pelatih kiper, Jose Ramon de la Fuente, melalui analisis berbasis video yang juga diawasi ketat oleh Flick.




