Gudang Garam Ubah Fokus ke Varian Rokok Murah Jenis SKT

Redaksi Jurnalzone.id

Diterbitkan:

Gudang Garam

PT Gudang Garam Tbk (GGRM) mengumumkan strategi untuk memperbesar portofolio produk Sigaret Kretek Tangan (SKT). Langkah ini diambil untuk menjawab permintaan pasar terhadap rokok dengan harga terjangkau yang terus meningkat. Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur GGRM, Heru Budiman, dalam acara Public Expose yang digelar perseroan pada Kamis (11/9).

Heru Budiman menjelaskan, tingginya permintaan rokok murah merupakan dampak dari lonjakan tarif cukai yang signifikan, terutama pada segmen Sigaret Kretek Mesin (SKM), dalam lima tahun terakhir. Menurutnya, perbedaan tarif cukai yang besar antara SKM dan SKT menjadi faktor kunci yang memungkinkan produk SKT dijual dengan harga yang jauh lebih kompetitif.

Sebagai respons atas tren pasar tersebut, GGRM telah secara aktif menambah varian produk di segmen rokok buatan tangan.

Kami di 2024 sudah mengeluarkan memperbesar varian produk dalam segmen SKT, sehingga bisa berpartisipasi memenuhi permintaan dari orang yang mencari rokok dengan harga lebih murah,” kata Heru.

Dari pernyataan itu, ditegaskan bahwa fokus pada SKT merupakan langkah strategis perusahaan untuk beradaptasi. Heru mencontohkan, tarif cukai untuk SKM saat ini dapat mencapai Rp19.000 per bungkus, sementara untuk SKT dengan isi 12 batang hanya sekitar Rp6.600.

Hingga kini, GGRM telah memasarkan 11 varian rokok SKT, mendekati jumlah portofolio SKM yang memiliki 13 varian.

Pergeseran fokus ini, lanjut Heru, merupakan respons perusahaan atas perubahan tren penjualan rokok di dalam negeri. Dengan memperkuat segmen SKT, GGRM berharap dapat mempertahankan pangsa pasarnya di tengah dinamika kebijakan cukai dan preferensi konsumen.

Ikuti kami di Google News: Follow Kami

Bagikan Berita Ini