JURNALZONE.ID – Perusahaan teknologi Google resmi memperluas jangkauan fitur pencarian berbasis kecerdasan buatan (AI), Mode AI, dengan menambahkan dukungan untuk lima bahasa baru, termasuk Bahasa Indonesia. Ekspansi ini diumumkan pada awal pekan ini, menandai langkah besar setelah fitur tersebut lebih dari enam bulan hanya tersedia secara eksklusif dalam bahasa Inggris.
Selain Bahasa Indonesia, empat bahasa lain yang kini didukung adalah Hindi, Jepang, Korea, dan Portugis Brasil. Penambahan ini menyusul peluncuran Mode AI dalam bahasa Inggris ke 180 pasar baru sebulan yang lalu, setelah sebelumnya terbatas di Amerika Serikat, Inggris, dan India. Langkah ini bertujuan untuk membuat teknologi pencarian canggih lebih mudah diakses oleh pengguna global.
Menurut Hema Budaraju, VP Product Management Google Search, ekspansi ini memiliki tujuan strategis untuk memberdayakan pengguna. Dilansir dari laporan TechCrunch, 8 September 2025, ia menyatakan pentingnya pembaruan ini.
“Dengan ekspansi ini, lebih banyak orang kini bisa menggunakan Mode AI untuk mengajukan pertanyaan kompleks dalam bahasa pilihan mereka, sambil menjelajahi web lebih dalam,” kata Hema Budaraju. Pernyataan itu menegaskan bahwa Google berkomitmen untuk menghilangkan hambatan bahasa dalam mengakses informasi melalui teknologi AI terbarunya.
Meskipun demikian, pembaruan AI Google, termasuk Mode AI dan AI Overviews, menuai kritik dari sejumlah pihak. Fitur-fitur ini dianggap berpotensi mengurangi jumlah klik dan lalu lintas pengunjung ke situs web penerbit. Namun, Google telah membantah tudingan tersebut dan menegaskan bahwa fitur pencarian AI miliknya dirancang untuk melengkapi, bukan merugikan, ekosistem web.





