JURNALZONE.ID – Pemain Timnas Indonesia, Ragnar Oratmangoen, menjadi sorotan utama di kancah Liga Belgia setelah aksi gemilangnya membawa dampak besar bagi dua klub sekaligus. Gol perdana Ragnar pada musim kompetisi 2025/2026 sukses mengantarkan klubnya, FCV Dender, meraih kemenangan tipis 2-1 atas tuan rumah Royal Antwerp di Bosuilstadion, Minggu (23/11).
Kemenangan mengejutkan ini langsung memicu gejolak di kubu lawan yang berujung pada pemecatan pelatih kepala mereka, Stef Wils.
Gol Perdana dan Kemenangan Vital
Bagi FCV Dender, laga ini menjadi momen kebangkitan yang sangat dinantikan. Gol yang dicetak oleh Ragnar Oratmangoen tidak hanya menjadi catatan manis pribadi sebagai gol pertamanya musim ini, tetapi juga menjadi penentu kemenangan pertama bagi FCV Dender sepanjang musim 2025/2026 bergulir.
Klub milik pengusaha Indonesia, Sihar Sitorus, tersebut kini mulai merasakan angin segar. Tambahan tiga poin dari markas lawan sangat krusial bagi upaya mereka untuk merangkak naik dari zona merah. Saat ini, FCV Dender masih menempati peringkat ke-16 atau dasar klasemen Liga Belgia dengan total koleksi delapan poin. Meski demikian, kemenangan ini menghidupkan kembali asa tim untuk menjauhi ancaman degradasi.
Reaksi Keras Royal Antwerp
Di sisi lain, kekalahan di kandang sendiri menjadi pukulan telak bagi Royal Antwerp. Manajemen klub berjuluk The Great Old tersebut merespons hasil minor ini dengan langkah drastis hanya beberapa jam setelah peluit panjang dibunyikan. Pihak klub secara resmi mengumumkan pengakhiran kerja sama dengan pelatih Stef Wils.
Melalui akun media sosial resmi mereka, Royal Antwerp menyampaikan keputusan tersebut kepada publik dan suporter.
“RAFC berpisah dengan Stef Wils. Asisten pelatih untuk sementara memimpin sesi latihan. Klub akan segera merekrut pelatih baru. RAFC berterima kasih kepada Stef Wils atas dedikasi kepada klub.”
Dari pernyataan resmi itu, dijelaskan bahwa untuk mengisi kekosongan kursi kepelatihan, manajemen menunjuk asisten pelatih guna memimpin sesi latihan sementara waktu hingga didapatkan juru taktik definitif yang baru. Keputusan cepat ini diambil sebagai bentuk evaluasi tegas manajemen menyikapi performa tim yang dinilai kurang memuaskan.