Jurnalzone.id – CEO Microsoft, Satya Nadella, mengumumkan pada Rabu (30/7) bahwa alat bantu koding berbasis kecerdasan buatan (AI), GitHub Copilot, kini telah melampaui 20 juta pengguna secara total. Pengumuman yang disampaikan dalam laporan pendapatan perusahaan tersebut menyoroti pertumbuhan pesat dan adopsi yang kuat dari alat ini di kalangan perusahaan besar, menandakan persaingan yang semakin memanas di pasar teknologi AI.
Pertumbuhan Pengguna dan Adopsi Korporat
Menurut Nadella, pencapaian 20 juta pengguna menandai penambahan lima juta pengguna baru hanya dalam tiga bulan terakhir, setelah pada April lalu dilaporkan mencapai 15 juta pengguna. Dilansir dari TechCrunch, seorang juru bicara GitHub mengonfirmasi bahwa angka tersebut merupakan jumlah “pengguna sepanjang waktu” atau all-time users.
Keberhasilan GitHub Copilot tidak hanya terlihat dari jumlah pengguna individu, tetapi juga dari tingkat adopsi di level korporasi. Microsoft melaporkan bahwa alat ini digunakan oleh 90% perusahaan yang masuk dalam daftar Fortune 100.
“Pertumbuhan produk di kalangan pelanggan korporasi juga telah tumbuh sekitar 75% dibandingkan dengan kuartal lalu,” ungkap perusahaan dalam laporannya.
Momentum positif ini mengukuhkan pernyataan Nadella pada 2024 bahwa bisnis GitHub Copilot telah melampaui skala bisnis GitHub secara keseluruhan saat diakuisisi oleh Microsoft pada 2018.
Posisi di Tengah Persaingan Ketat
Meskipun jumlah penggunanya masih lebih kecil dibandingkan chatbot AI umum seperti ChatGPT atau Gemini, alat bantu koding menempati ceruk pasar yang lebih spesifik namun bernilai tinggi. Para pengembang perangkat lunak dan perusahaan tempat mereka bekerja menunjukkan kesediaan untuk membayar biaya premium demi efisiensi yang ditawarkan.
GitHub Copilot kini berhadapan dengan sejumlah pesaing yang memiliki modal kuat. Cursor, salah satu pesaing utamanya, dilaporkan oleh Bloomberg memiliki lebih dari satu juta pengguna harian pada Maret lalu dan telah meningkatkan pendapatan berulang tahunan (ARR) dari sekitar $200 juta menjadi lebih dari $500 juta.
Persaingan juga datang dari raksasa teknologi lain seperti Google, yang telah mengakuisisi startup AI koding Windsurf, serta Cognition, pembuat Devin. OpenAI dengan model Codex dan Anthropic dengan Claude Code juga turut meramaikan pasar.
Nadella menyebutkan bahwa GitHub melihat “momentum yang luar biasa dengan agen koding AI mereka,” yang kini dikembangkan untuk dapat meninjau kode, menemukan bug, hingga mengotomatisasi alur kerja para programer.