JURNALZONE.ID – Dominasi Google sebagai platform pencarian informasi utama mulai tergerus, terutama di kalangan Generasi Z (Gen Z). Kelompok yang lahir pada periode 1997-2012 ini dilaporkan semakin meninggalkan kebiasaan “Googling” dan beralih ke media sosial seperti TikTok dan Instagram untuk mencari informasi. Fenomena pergeseran perilaku ini menjadi sorotan utama sejumlah analis dan hasil riset terbaru pada Minggu (14/9/2025).
Analis internet dari Bernstein Research, Mark Shmulik, menggarisbawahi perubahan fundamental dalam perilaku ini. Dilansir dari Fortune, ia membedakan antara aktivitas pencarian generasi lama dan baru.
“Audiens yang lebih muda melakukan ‘search’, bukan ‘googling’,” kata Shmulik.
Dari pernyataan itu, dijelaskan bahwa Gen Z tidak lagi mengasosiasikan aktivitas mencari informasi secara eksklusif dengan Google. Mereka kini menggunakan berbagai platform sesuai kebutuhan, mulai dari mencari rekomendasi restoran di TikTok hingga menggunakan AI generatif seperti ChatGPT untuk tugas sekolah.
Pergeseran ini didukung oleh data kuantitatif. Survei yang dilakukan Forbes Advisor dan Talker Research pada April 2024 terhadap 2.000 warga Amerika menemukan bahwa 45% Gen Z lebih memilih melakukan pencarian sosial melalui TikTok dan Instagram ketimbang Google. Angka ini jauh melampaui generasi sebelumnya, seperti milenial (35%), Gen X (20%), dan Boomer (kurang dari 10%).
Tren penggunaan media sosial sebagai mesin pencari juga menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Data dari GWI Core mengungkapkan, pada 2016, sekitar 40% dari kelompok usia ini telah menggunakan media sosial untuk mencari informasi merek dan produk. Angka tersebut meningkat signifikan menjadi 52% pada tahun 2023, menandakan adopsi yang semakin kuat dan berkelanjutan.
Untuk mengetahui bagaimana perubahan perilaku Gen Z ini memengaruhi strategi pemasaran digital di masa depan, simak analisis mendalamnya hanya di Jurnalzone.id.





