JURNALZONE.ID – Wilayah Bener Meriah, Aceh, baru saja diguncang gempa bumi tektonik dengan kekuatan magnitudo 4,5 yang mengejutkan warga setempat pada hari ini. Peristiwa alam tersebut tercatat secara resmi terjadi pada tanggal 29/12/2025 pukul 10:45 WIB menurut laporan terkini dari badan pemantau kegempaan.
Berdasarkan data teknis, lokasi episenter gempa berada di daratan dengan kedalaman yang tergolong sangat dangkal, yakni hanya 7 kilometer di bawah permukaan tanah. Kondisi ini menyebabkan guncangan terasa cukup signifikan di permukaan dan memicu kepanikan massal di beberapa titik pemukiman penduduk.
Detail Lokasi dan Kekuatan Guncangan Gempa
Pihak berwenang menyatakan bahwa titik koordinat gempa berada pada lokasi yang strategis di daratan Aceh, yang memang dikenal memiliki aktivitas tektonik tinggi. Kekuatan magnitudo 4,5 ini digolongkan sebagai gempa menengah, namun tetap memiliki risiko tinggi karena faktor kedalamannya yang sangat dekat dengan pemukiman.
Kedalaman 7 kilometer menunjukkan bahwa energi yang dilepaskan saat pergeseran lempeng berlangsung sangat dekat dengan pondasi bangunan di permukaan. Fenomena gempa darat dangkal seperti ini biasanya memberikan dampak guncangan yang jauh lebih keras dibandingkan gempa di laut dengan kedalaman ratusan kilometer.
Dampak dan Wilayah yang Merasakan Getaran
Laporan awal dari lapangan menunjukkan bahwa sejumlah wilayah di Kabupaten Bener Meriah hingga Aceh Tengah merasakan getaran dengan skala intensitas yang bervariasi. Warga melaporkan bahwa benda-benda yang digantung terlihat bergoyang hebat dan suara gemuruh terdengar jelas sesaat sebelum guncangan utama terjadi.
Adapun sebaran wilayah yang terdampak guncangan gempa tersebut meliputi beberapa poin berikut:
1. Kabupaten Bener Meriah: Wilayah ini menjadi pusat getaran yang paling kuat dirasakan oleh masyarakat, di mana banyak warga berlarian keluar rumah.
2. Aceh Tengah: Beberapa kecamatan yang berbatasan langsung dengan lokasi pusat gempa melaporkan getaran yang cukup nyata hingga menggetarkan kaca jendela rumah.
3. Kawasan Perbukitan: Area lereng bukit di sekitar episenter menjadi perhatian khusus karena adanya potensi longsoran tanah akibat guncangan tektonik yang terjadi secara tiba-tiba.
Prosedur Keamanan dan Himbauan Resmi Pemerintah
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai kerusakan infrastruktur berat ataupun adanya korban jiwa yang jatuh akibat gempa dangkal ini. Tim reaksi cepat dari BPBD setempat masih terus melakukan penyisiran ke daerah-daerah terpencil guna memastikan keselamatan seluruh warga.
Masyarakat sangat dianjurkan untuk tetap tenang dan tidak mudah termakan oleh isu bohong atau hoaks yang sering beredar setelah terjadinya bencana alam. Kehati-hatian sangat diperlukan, terutama bagi warga yang rumahnya mengalami keretakan kecil agar segera melakukan pemeriksaan struktur sebelum kembali beraktivitas di dalam ruangan.
Berikut adalah langkah antisipasi yang harus dilakukan oleh masyarakat Aceh dalam menghadapi situasi kegempaan:
1. Pemeriksaan Bangunan: Selalu pastikan dinding dan atap rumah dalam kondisi stabil serta tidak ada tanda-tanda kemiringan yang membahayakan nyawa penghuninya.
2. Informasi Satu Pintu: Pantau terus pembaruan informasi yang dikeluarkan oleh BMKG untuk mendapatkan data presisi mengenai gempa susulan maupun potensi bencana lainnya.
3. Kesiapan Jalur Evakuasi: Pastikan jalur keluar rumah tidak terhambat oleh barang-barang besar agar proses evakuasi mandiri bisa dilakukan dengan cepat saat keadaan darurat.
Geologi wilayah Aceh memang berada di atas jalur sesar aktif yang memanjang di sepanjang Pulau Sumatra, sehingga edukasi mitigasi harus terus ditingkatkan. Kesadaran masyarakat akan potensi bahaya gempa bumi darat merupakan kunci utama dalam meminimalisir risiko jatuhnya korban di masa yang akan datang.
Pemerintah daerah diharapkan terus memperkuat koordinasi dengan pusat dalam memantau pergerakan lempeng di wilayah Bener Meriah dan sekitarnya. Hal ini sangat penting mengingat karakteristik gempa darat di Aceh sering kali diikuti oleh serangkaian aktivitas seismik susulan dalam skala yang lebih kecil namun tetap patut diwaspadai.





