Situbondo, Jurnalzone.id – Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 2,2 mengguncang wilayah pesisir timur laut Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Dilansir dari akun media sosial resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), guncangan tersebut tercatat terjadi pada Rabu, 1 Oktober 2025, pukul 01:44:39 WIB. Peristiwa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Analisis Pusat Gempa
BMKG merilis data bahwa pusat gempa (episenter) berada di koordinat 7.30 Lintang Selatan dan 114.14 Bujur Timur. Lokasi tersebut diperkirakan berada di laut, sekitar 47 kilometer arah timur laut dari pusat kota Situbondo.
Gempa ini tergolong sebagai gempa dangkal karena hiposentrumnya atau kedalamannya berada di 20 kilometer di bawah permukaan laut. Gempa dangkal seringkali memiliki dampak guncangan yang lebih terasa di permukaan, meskipun kekuatan gempa ini terbilang kecil.
Berdasarkan skala kekuatannya, gempa magnitudo 2,2 umumnya tidak dirasakan oleh kebanyakan orang dan hanya dapat direkam oleh alat seismograf. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai dampak kerusakan maupun warga yang merasakan getaran akibat gempa tersebut.
Gempa Susulan di Situbondo
Tidak lama berselang, gempa susulan kembali tercatat pada pukul 01:53:32 WIB. Gempa kedua ini memiliki kekuatan yang sedikit lebih besar, yakni magnitudo 2,4. Lokasinya pun berdekatan dengan gempa pertama, yaitu pada koordinat 7.31 Lintang Selatan dan 114.09 Bujur Timur, atau sekitar 45 kilometer timur laut Situbondo. Gempa susulan ini lebih dangkal, dengan kedalaman hanya 15 kilometer dari permukaan laut.
Peringatan Dini BMKG
Dalam laporannya, BMKG menyertakan sebuah disclaimer penting terkait data yang dipublikasikan.
“Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data.”
Dari pernyataan itu, dijelaskan bahwa data yang dirilis merupakan hasil analisis cepat dan bersifat sementara. Data tersebut dapat mengalami perubahan atau pembaruan setelah analisis lebih lanjut dengan data yang lebih lengkap masuk ke pusat pengolahan data BMKG.