JURNALZONE.ID – Aktivitas seismik di wilayah Sukabumi, Jawa Barat, terus berlanjut sepanjang hari Minggu (21/9/2025), dengan total empat kali gempa yang tercatat oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hingga sore ini. Guncangan terkuat berkekuatan Magnitudo 3.9 terjadi pada pukul 16:23 WIB, yang kemudian disusul oleh gempa Magnitudo 2.4 sekitar 24 menit kemudian.
Gempa sore hari ini terkuat pada sore hari, M 3.9, berpusat di darat 24 kilometer Timur Laut Kabupaten Sukabumi. Guncangannya dilaporkan terasa kuat hingga ke wilayah Bogor, memicu reaksi luas dan keresahan dari warga di media sosial yang mengaku merasakan getaran berulang kali sejak dini hari.
Aktivitas seismik tidak berhenti di situ. BMKG kembali mencatat gempa susulan (aftershock) berkekuatan Magnitudo 2.4 pada pukul 16:47:59 WIB. Pusat gempa susulan ini berlokasi di 17 kilometer Utara Kabupaten Sukabumi dengan kedalaman 15 km. Meskipun kekuatannya lebih kecil, gempa ini mengonfirmasi bahwa aktivitas tektonik di zona tersebut masih sangat aktif.
Curhatan di Media Sosial X
Rentetan gempa ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan warganet. Banyak yang melaporkan merasakan getaran berulang kali. “Dari semalam ga berhenti berhenti,” tulis seorang warga di media sosial X, menggambarkan keresahan akibat guncangan yang terus terjadi.
Banyak cuitan bersifat informatif, di mana warga melaporkan getaran yang terasa hingga ke berbagai wilayah di luar pusat gempa, seperti di Parungpanjang dan Cimayang, Kabupaten Bogor.
Secara total, kawasan ini telah diguncang oleh empat gempa signifikan sepanjang hari, dimulai dengan M 3.1 di dekat Bogor dan M 3.8 di Sukabumi pada dini hari, yang diikuti oleh M 3.9 dan M 2.4 pada sore hari. Rangkaian peristiwa ini menunjukkan adanya aktivitas sesar lokal yang perlu diwaspadai.
BMKG menyatakan bahwa informasi ini mengutamakan kecepatan dan dapat berubah. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada terhadap potensi gempa susulan dan selalu merujuk pada informasi resmi.