Gempa Filipina 6,9 SR Tewaskan 69 Orang Korban Jiwa

Redaksi Jurnalzone.id

Diterbitkan:

Gempa Filipina

JURNALZONE.ID – Tim penyelamat di Filipina terus melakukan pencarian korban selamat di tengah lumpur dan puing-puing bangunan pada hari Rabu (1/10/2025), setelah gempa bumi terdahsyat dalam lebih dari satu dekade menewaskan sedikitnya 69 orang. Otoritas setempat khawatir jumlah korban jiwa akan terus bertambah.

Gempa dangkal berkekuatan 6,9 Skala Richter (SR) ini terjadi di perairan lepas Pulau Cebu pada Selasa (30/9/2025) malam waktu setempat. Guncangan hebat menyebabkan banyak bangunan, termasuk sebuah gereja berusia lebih dari 100 tahun, runtuh. Toko-toko, rumah, dan jembatan di sepanjang pesisir utara pulau mengalami kerusakan parah, dan aliran listrik terputus.

Pencarian Korban di Tengah Reruntuhan

Fokus utama tim penyelamat berada di kota Bogo, wilayah yang paling parah terkena dampak, berjarak sekitar 18 km dari pusat gempa. Tim pertahanan sipil menyisir lokasi longsor yang telah menewaskan sedikitnya 14 orang di kota tersebut.

“Meskipun saya berharap tidak ada lagi korban jiwa, jumlahnya masih bisa terus bertambah,” kata petugas informasi provinsi Cebu, Ainjeliz Orong, merujuk pada insiden longsor tersebut.

Hingga Rabu, belum ada angka pasti mengenai jumlah total orang yang hilang. Pihak berwenang melaporkan 186 orang terluka dan mengeluarkan seruan bagi sukarelawan medis untuk membantu rumah sakit yang kewalahan.

Kesaksian Warga dan Guncangan Susulan

Gempa susulan terus terjadi sepanjang hari Rabu, menambah kecemasan warga yang mengungsi. Dapur umum didirikan untuk melayani ratusan pengungsi, sementara pihak berwenang berupaya menyediakan pasokan listrik darurat.

“Kami masih cemas… kami bahkan tidak bisa menghitung berapa kali gempa susulan yang kami alami sejak tadi malam,” kata Mark Ochea, seorang penjaga keamanan yang gedungnya runtuh sebagian saat gempa.

Sonny Cuse, seorang pengemudi becak, mengungkapkan kelegaannya karena ia dan keluarganya berhasil melarikan diri tepat waktu saat rumahnya berguncang hebat. “Kami bersyukur kami semua selamat. Saya berterima kasih kepada Tuhan,” ujarnya.

Respons Pemerintah dan Bantuan Darurat

Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr., menjanjikan bantuan cepat bagi para penyintas. “Kami sedang menilai kerusakan dan kebutuhan di lapangan,” katanya kepada wartawan.

Penjaga pantai telah mengerahkan kapal yang membawa dokter, perawat, dan pasokan medis menuju Bogo. Meski demikian, upaya penyelamatan menjadi lebih sulit akibat hujan lebat dan padamnya listrik. Bandara Internasional Cebu, yang merupakan bandara tersibuk kedua di negara itu, dilaporkan tetap beroperasi.

Gempa ini merupakan yang paling mematikan di Filipina sejak tahun 2013, saat gempa berkekuatan 7,2 SR menewaskan 222 orang di pulau tetangga, Bohol. Filipina terletak di “Cincin Api” Pasifik dan rentan mengalami gempa bumi.

Ikuti kami di Google News: Follow Kami

Bagikan Berita Ini