Gempa Bumi M 6,1 Guncang Sumenep, Terasa Hingga Jember dan Probolinggo

Gempa Bumi Sumenep hari ini

JURNALZONE.IDGempa bumi dengan kekuatan signifikan Magnitudo 6.1 mengguncang wilayah Sumenep, Jawa Timur, dan sekitarnya pada Selasa (30/9/2025) malam. Berdasarkan informasi yang dirilis oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui akun media sosial resminya, guncangan terjadi tepat pada pukul 23:49:43 WIB. Pusat gempa terdeteksi di laut, namun getarannya dilaporkan terasa luas hingga ke daratan.

Pusat Gempa dan Kedalaman

Dilansir dari akun X (sebelumnya Twitter) @infoBMKG, pusat gempa bumi ini berlokasi di koordinat 7.25 Lintang Selatan dan 114.19 Bujur Timur. Lokasi tersebut diperkirakan berada sekitar 47 kilometer arah Tenggara dari Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

BMKG juga mencatat bahwa gempa ini tergolong gempa dangkal dengan kedalaman hiposentrum hanya 13 kilometer di bawah permukaan laut. Gempa dangkal cenderung menimbulkan guncangan yang lebih kuat di permukaan.

Guncangan Dirasakan Warga di Berbagai Wilayah

Sesaat setelah kejadian, media sosial X diramaikan oleh kesaksian warganet dari berbagai daerah di Jawa Timur yang merasakan guncangan. Getaran gempa dilaporkan terasa kuat hingga Malang, Probolinggo, dan Jember. Seorang warganet di Malang dengan akun @notursfav menulis, “di Mlg kenceng banget woeee.” Pengguna lain di Probolinggo juga merasakan hal serupa. “Innalillahi wa inna ilaihi rojiun, Probolinggo kerasa bgt, kenceng :(” cuit akun @aurirayyyy.

Banyak warga yang awalnya tidak menyadari bahwa getaran tersebut disebabkan oleh gempa. Akun @dekdek097 dari Kabupaten Malang mengaku merasakan guncangan yang cukup lama dan mengiranya sebagai gejala vertigo. “Malang kab kerasa banget wak lumayan lama, berasa goyang kalem. Kirain migrain-vertigo kumat, taunya emang gempa,” ungkapnya.

Peringatan Awal dari BMKG

Pihak BMKG memberikan catatan penting terkait data yang dirilis sesaat setelah kejadian. Dalam keterangannya, BMKG menyatakan bahwa informasi ini mengutamakan kecepatan penyampaian kepada publik.

“Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,” tulis BMKG dalam unggahannya.

Dari pernyataan tersebut, dijelaskan bahwa parameter gempa seperti magnitudo dan lokasi episentrum masih dapat mengalami pembaruan setelah analisis data yang lebih lengkap dilakukan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai dampak kerusakan signifikan.