Jurnalzone.id – Google DeepMind resmi meluncurkan Gemini 2.5 Deep Think, model kecerdasan buatan (AI) dengan kemampuan penalaran paling canggih saat ini. Model yang pertama kali diperkenalkan pada ajang Google I/O 2025 ini mulai tersedia bagi pelanggan layanan Ultra seharga $250 per bulan melalui aplikasi Gemini sejak Jumat. Gemini 2.5 Deep Think dirancang sebagai model multi-agen pertama Google yang tersedia untuk publik, memungkinkannya menjawab pertanyaan dengan mengeksplorasi berbagai ide secara paralel untuk menghasilkan jawaban terbaik.
Sistem multi-agen ini bekerja dengan mengerahkan beberapa “agen” AI untuk menangani sebuah masalah secara bersamaan. Meskipun membutuhkan sumber daya komputasi yang jauh lebih besar, pendekatan ini terbukti menghasilkan jawaban yang lebih unggul.
Dalam sebuah unggahan blog yang dibagikan kepada TechCrunch, Google menyatakan, “Deep Think dapat membantu orang mengatasi masalah yang memerlukan kreativitas, perencanaan strategis, dan melakukan perbaikan langkah demi langkah.” Kemampuan ini didukung oleh “teknik reinforcement learning baru” yang dikembangkan Google.
Dilaporkan bahwa Gemini 2.5 Deep Think menunjukkan performa mutakhir dalam berbagai pengujian. Pada benchmark Humanity’s Last Exam (HLE), model ini meraih skor 34,8%, melampaui Grok 4 dari xAI (25,4%) dan o3 dari OpenAI (20,3%).
Model ini juga unggul dalam tes pengkodean kompetitif LiveCodeBench6 dengan skor 87,6%. Google juga merilis variasi model ini, yang berhasil meraih medali emas di International Math Olympiad (IMO), kepada kelompok akademisi terpilih untuk mendorong riset. Tingginya biaya operasional sistem multi-agen menjadi alasan model ini ditempatkan pada layanan berlangganan premium.





