GAPKI Sebut Pentingnya Riset dan Inovasi Benih Sawit

Redaksi Jurnalzone.id

Diterbitkan:

Fokus riset mencakup benih sawit unggul

SAINS, Jurnalzone.id – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menyatakan bahwa inovasi dan riset berkelanjutan menjadi kunci untuk mengatasi stagnasi produksi yang kini dihadapi sektor sawit nasional. Ketua Bidang Riset dan Pengembangan GAPKI, Dwi Asmono, menegaskan upaya ini sangat krusial untuk meningkatkan produktivitas serta menaikkan nilai tambah produk olahan sawit. Pernyataan ini disampaikannya dalam dialog program Squawk Box, CNBC Indonesia, pada Kamis (31/7/2025).

Peran Strategis dan Tantangan Stagnasi

Pemerintah Indonesia secara konsisten mendorong kinerja industri sawit sebagai salah satu pilar ekonomi utama. Sektor ini terbukti menjadi penyumbang devisa negara yang signifikan melalui ekspor Crude Palm Oil (CPO) dan produk turunannya, sekaligus menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Menurut GAPKI, keberhasilan ini tidak lepas dari pengembangan industri sawit sejak tahun 1980-an yang kini mampu mencapai produksi 53 juta ton per tahun.

Meski demikian, Dwi Asmono yang juga menjabat sebagai Direktur R&D PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) menyoroti adanya tantangan stagnasi produksi. Menurutnya, inovasi teknologi, mulai dari riset benih, program intensifikasi melalui teknologi budidaya, hingga ekstensifikasi lahan menjadi kunci untuk mendongkrak kembali kinerja sektor sawit.

Fokus Riset dan Pengembangan Berkelanjutan

Untuk menjawab tantangan tersebut, proses Riset dan Pengembangan (R&D) di sektor sawit harus terus berjalan secara agresif. Dwi Asmono mengatakan bahwa GAPKI secara aktif terus mengembangkan riset dan teknologi untuk menghasilkan solusi konkret.

“Inovasi teknologi termasuk riset terkait benih hingga program intensifikasi terkait teknologi budidaya sawit hingga ekstensifikasi lahan menjadi kunci bagi meningkatnya kinerja sektor sawit saat ini yang mengalami stagnasi produksi,” tegasnya.

Fokus R&D yang dijalankan tidak hanya mencakup inovasi benih unggul, tetapi juga mencakup strategi adaptasi terhadap perubahan kondisi lingkungan dan cuaca. Lebih lanjut, riset juga diarahkan untuk mengatasi persoalan spesifik di lapangan, seperti penanganan hama Ganoderma yang merusak tanaman dan optimalisasi teknik pemupukan yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Ikuti kami di Google News: Follow Kami

Bagikan Berita Ini