Fitur Storybook di Google Gemini AI Ubah Deskripsi Jadi Buku Cerita

Redaksi Jurnalzone.id

Diterbitkan:

Fitur Baru Gemini StoryBook

JURNALZONE.ID – Google kembali menghadirkan inovasi di dunia teknologi melalui fitur terbaru pada platform kecerdasan buatan (AI) miliknya, Google Gemini. Fitur bernama Storybook ini memungkinkan pengguna untuk membuat buku cerita bergambar secara instan hanya dengan menuliskan deskripsi cerita. Peluncuran fitur yang kini dapat diakses secara global ini menjadi terobosan penting yang membuka akses kreativitas berbasis AI bagi masyarakat luas, mulai dari orang tua, guru, hingga kreator konten.

Apa Itu Storybook dari Gemini AI?

Storybook adalah sebuah alat berbasis kecerdasan buatan yang dirancang untuk menghasilkan buku cerita bergambar hingga 10 halaman. Pengguna cukup memberikan deskripsi singkat mengenai tokoh, alur cerita, dan detail lain yang diinginkan. Dalam beberapa menit, sistem AI akan mengolah teks tersebut menjadi naskah utuh yang dilengkapi dengan ilustrasi orisinal di setiap halamannya.

Dilansir dari laman resmi Gemini, fitur ini bertujuan agar “tidak ada cerita yang tidak terceritakan” (Leave no story left untold). Pengguna dapat mengubah kenangan berharga, lelucon internal, atau bahkan konsep yang rumit menjadi sebuah cerita yang bisa dibaca, didengarkan, dicetak, dan dibagikan. Kemampuannya juga mencakup pembuatan cerita dalam lebih dari 45 bahasa, termasuk Bahasa Jepang.

Cara Kerja dan Keunggulan

Proses pembuatan cerita di Storybook dirancang sangat sederhana. Setelah pengguna memasukkan deskripsi, AI akan memprosesnya dan menampilkan hasil akhir yang siap digunakan. Beberapa keunggulan utamanya meliputi:

  • Beragam Gaya Ilustrasi. Pengguna dapat memilih berbagai gaya visual, mulai dari anime, claymation, komik, hingga digital painting.
  • Dukungan Gambar Referensi. Fitur ini mampu mengolah foto atau gambar yang diunggah pengguna, seperti gambar buatan anak, sebagai inspirasi untuk ilustrasi.
  • Proses Cepat. Sebuah buku cerita dapat diselesaikan hanya dalam hitungan menit, menjadikannya solusi efisien untuk kebutuhan mendesak.
  • Kustomisasi Penuh. Pengguna memiliki kebebasan untuk menentukan karakter, latar tempat, hingga akhir cerita sesuai imajinasi mereka.

Kendala Teknis yang Masih Ditemui

Meskipun menawarkan kemudahan, Storybook masih dalam tahap pengembangan dan menghadapi beberapa kendala teknis. Dalam sejumlah uji coba, ditemukan adanya inkonsistensi visual pada ilustrasi yang dihasilkan.

Contohnya, karakter utama dapat tampil dengan wajah atau warna yang berbeda antar halaman. Selain itu, terkadang detail ilustrasi tidak sepenuhnya sesuai dengan deskripsi teks, seperti penempatan sumber cahaya yang keliru. Hal ini menunjukkan bahwa model AI Google Gemini masih memerlukan penyempurnaan lebih lanjut untuk menjaga konsistensi visual dari awal hingga akhir cerita.

Potensi Besar untuk Pendidikan dan Hiburan

Di luar tantangan teknisnya, Storybook memiliki potensi besar, terutama dalam bidang pendidikan dan hiburan anak. Fitur ini dapat membantu orang tua dan guru dalam menciptakan materi cerita yang unik dan personal untuk merangsang imajinasi serta kreativitas anak sejak dini. Dengan kemampuan kustomisasi, setiap cerita dapat disesuaikan untuk membahas topik spesifik, seperti membantu anak memahami konsep pindah rumah atau menjelaskan materi pelajaran yang kompleks seperti tata surya.

Kabar baiknya, Storybook sudah dapat diakses secara global melalui Google Gemini versi desktop, termasuk di Indonesia. Namun, fitur ini belum tersedia pada aplikasi versi mobile. Google diperkirakan akan segera memperluas dukungannya ke perangkat seluler dalam waktu dekat.

Ikuti kami di Google News: Follow Kami

Bagikan Berita Ini