Ferry Irwandi Angkat Bicara Soal Tudingan Narasi Fitnah “Politisasi Bencana Sumatera”

Redaksi Jurnalzone.id

Diterbitkan:

ferry irwandi terkait bencana alam

JURNALZONE.ID – Kreator konten Ferry Irwandi akhirnya buka suara menanggapi serangkaian pemberitaan dan narasi yang menyudutkan dirinya terkait penanganan bencana di Sumatera. Melalui unggahan di media sosial pribadinya, Ferry menegaskan bahwa tuduhan yang menyebut dirinya mempolitisasi isu bencana dan menuding pemerintah abai adalah sebuah fitnah yang terkoordinasi.

Klarifikasi ini disampaikan Ferry menyusul munculnya beberapa tangkapan layar berita yang melabeli pernyataannya sebagai “tidak etis” dan “opini sesat”.

Bantahan Terhadap Narasi Politisasi

Ferry Irwandi merasa perlu meluruskan informasi yang beredar karena dinilai sudah keterlaluan. Ia menyoroti adanya pola seragam dalam serangan narasi yang ditujukan kepadanya oleh berbagai pihak yang berbeda dalam waktu yang bersamaan.

“hari ini serentak saya difitnah oleh banyak orang dengan narasi yang sama, orang yang berbeda-beda tapi satu kecaman dan narasi, selama ini saya gak peduli tapi untuk yang ini sudah keterlaluan”

Dari pernyataan tersebut, Ferry menekankan bahwa ia sudah lama diam, namun kali ini ia harus bertindak karena isu yang diangkat sangat sensitif. Ia kemudian merinci poin-poin bantahannya, terutama mengenai tuduhan bahwa ia menyebut pemerintah tidak peduli pada bencana.

“pertama, saya tidak mengatakan bahwa pemerintah tutup mata”

Lebih lanjut, Ferry menjelaskan bahwa ia sama sekali tidak memiliki niat untuk menjadikan bencana sebagai alat politik atau konten semata. Ia membantah keras anggapan bahwa dirinya sengaja memproduksi konten khusus untuk memperkeruh suasana di tengah duka bencana.

“kedua, saya tidak pernah sama sekali mempolitisasi isu yang dimaksud dan membuat konten khusus soal isu sensitif yang dikatakan.”

Konteks Pembicaraan Sebenarnya

Ferry kemudian memberikan konteks mengenai asal muasal isu tersebut. Ia menjelaskan bahwa diskusi mengenai kondisi bencana hanya terjadi dalam sebuah sesi siaran langsung (live streaming) yang justru bertujuan untuk penggalangan dana kemanusiaan, bukan dalam konten video terpisah yang sengaja dibuat untuk menyerang pihak tertentu.

“satu-satunya pembicaraan ini muncul cuma di live penggalangan dana seminggu yang lalu itupun muncul dari kontak seluler yang menceritakan situasi di sana. sama sekali tidak pernah dinarasikan seperti yang tertulis di media”

Atas dasar itu, Ferry meminta kepada rekan-rekan media yang telah memuat berita miring tersebut untuk melakukan verifikasi ulang. Ia menilai pemberitaan tanpa konfirmasi tersebut telah bermuatan fitnah dan merugikan reputasinya yang tengah fokus membantu korban bencana.

Ferry juga menggambarkan situasi riil di lapangan yang menurutnya sangat kondusif dalam hal kerja sama. Ia melihat sinergi yang baik antar berbagai elemen masyarakat dan pemerintah dalam menangani dampak bencana.

“Di lapangan, semua pihak berkolaborasi saling bantu, relawan, NGO, pempus, pemda, TNI dan Polri, semua merasa saling berbagi kerja dan berjalan dengan baik, janganlah kayak gini, buat apa”

Dukungan Publik Mengalir

Di tengah serangan narasi negatif tersebut, dukungan moral justru mengalir deras dari publik dan sesama figur publik di kolom komentar. Banyak pihak menyayangkan adanya upaya penggiringan opini negatif di saat fokus utama seharusnya adalah penanganan bencana.

Salah satu dukungan datang dari tokoh publik Ridwan Hanif, yang merasa heran dengan munculnya fitnah di tengah situasi darurat.

“Bisa bisanya orang lagi pada sibuk ngurusin bencana malah difitnah”

Komentar tersebut mencerminkan sentimen publik yang melihat bahwa energi seharusnya dicurahkan untuk kolaborasi kemanusiaan, bukan untuk saling menjatuhkan dengan narasi yang tidak produktif.

Dukungan lainnya kepada Ferry Irwandi

” Semangat Pak, jangan dengerin mereka. Kita bersama disini buat anda Pak. Satu Indonesia Mendo’akan dan mendukung anda pak🔥🔥🔥🔥”

Caption Lengkap Pernyataan Ferry Irwandi

hari ini serentak saya difitnah oleh banyak orang dengan narasi yang sama, orang yang berbeda-beda tapi satu kecaman dan narasi, selama ini saya gak peduli tapi untuk yang ini sudah keterlaluan

pertama, saya tidak mengatakan bahwa pemerintah tutup mata

kedua, saya tidak pernah sama sekali mempolitisasi isu yang dimaksud dan membuat konten khusus soal isu sensitif yang dikatakan.

satu-satunya pembicaraan ini muncul cuma di live penggalangan dana seminggu yang lalu itupun muncul dari kontak seluler yang menceritakan situasi di sana. sama sekali tidak pernah dinarasikan seperti yang tertulis di media

Teman-teman media yang menulis berita ini, mohon klarifikasi dan verifikasinya, karena sudah bermuatan fitnah ke saya. saya mohon berita ini dapat diturunkan.

Di lapangan, semua pihak berkolaborasi saling bantu, relawan, NGO, pempus, pemda, TNI dan Polri, semua merasa saling berbagi kerja dan berjalan dengan baik, janganlah kayak gini, buat apa 😊

dah itu aja 😊

Ikuti kami di Google News: Follow Kami

Bagikan Berita Ini