Manajemen Persis Solo bergerak agresif dengan mengaktifkan mode darurat (panic mode) menjelang pembukaan bursa transfer putaran kedua Super League 2025/2026. Klub berjuluk Laskar Sambernyawa ini dikabarkan tengah memfinalisasi kepindahan winger Persib Bandung, Febri Hariyadi, sebagai solusi instan untuk keluar dari jeratan zona degradasi.
Langkah taktis ini diambil menyusul performa tim yang sangat mengkhawatirkan, di mana Persis hanya mampu mengoleksi tujuh poin dari 15 pertandingan dengan sepuluh kekalahan.
Situasi kian pelik setelah data Footy Rankings memprediksi peluang degradasi Persis mencapai 88 persen, memaksa manajemen melakukan perombakan total, termasuk memulangkan pelatih Milomir Seslija untuk menggantikan Peter de Roo.
Menunggu Pengumuman Resmi
Febri Hariyadi disebut tinggal selangkah lagi berseragam Persis Solo. Berdasarkan informasi yang beredar di kalangan pengamat sepak bola nasional, proses negosiasi berjalan mulus dan sang pemain dikabarkan telah menyelesaikan prosedur administrasi awal.
Dilansir dari akun Instagram @liga1teransfer yang kerap membocorkan pergerakan pemain, disebutkan bahwa proses kepindahan ini hampir rampung.
“Febri Hariyadi akan bergabung dengan Persis Solo, ia juga sudah melakukan tes medis kini tinggal pengumuman official saja,” tulis akun tersebut.
Dari lansiran tersebut, dipastikan bahwa pemain dengan nilai pasar sekitar Rp 1,74 miliar ini akan bergabung dengan status pinjaman. Meski musim ini Febri sempat dibekap cedera dan hanya tampil di delapan laga, kehadirannya di Stadion Manahan diharapkan mampu menajamkan lini serang tim yang tumpul.
Incar Bek Persija Jakarta
Selain memperkuat sektor sayap, Persis Solo juga dikaitkan dengan Alfriyanto Nico, bek kanan milik Persija Jakarta. Rumor ketertarikan ini mencuat sebagai upaya manajemen menambal lini pertahanan yang kerap rapuh sepanjang putaran pertama.
“Persis Solo tertarik untuk mendatangkan bek kanan Persija, yaitu Alfriyanto Nico,” lanjut laporan dari sumber yang sama.
Meskipun Nico baru mencatatkan lima penampilan dan satu assist bersama Macan Kemayoran musim ini, pengalamannya dinilai dapat menjadi solusi krisis lini belakang Persis.
Rangkaian transfer ini menegaskan bahwa Persis Solo tidak sedang membangun tim juara, melainkan sedang berjuang mati-matian merawat harapan agar tetap bertahan di kompetisi kasta tertinggi Indonesia.