JURNALZONE.ID – Kepastian absennya penjaga gawang andalan, Emil Audero Mulyadi, dari skuad Timnas Indonesia untuk laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Round 4 disambut dengan beragam reaksi oleh para penggemar sepak bola di jagat maya. Sejak kabar ini terkonfirmasi pada Jumat (3/10/2025), media sosial, khususnya platform X (dulu Twitter), diramaikan dengan cuitan warganet yang menunjukkan sentimen berbeda-beda.
Reaksi yang muncul sangat bervariasi, mulai dari ungkapan kekecewaan yang tulus, optimisme yang tak tergoyahkan, hingga humor sebagai cara meredakan ketegangan jelang laga krusial melawan Arab Saudi dan Irak.
Dianggap Kerugian Besar
Banyak warganet menyuarakan kekecewaannya, menganggap absennya Emil sebagai kerugian besar. Sentimen ini tergambar jelas dalam cuitan akun terverifikasi @2KangKomen yang menyebut Emil diharapkan menjadi tembok kokoh di bawah mistar.
“Absennya Audero, yang sedang dalam performa bagus dan diharapkan menjadi tembok kokoh di bawah mistar, adalah kerugian besar bagi Timnas Indonesia, terutama mengingat pentingnya laga Kualifikasi Piala Dunia,” tulis akun tersebut, seraya tetap menaruh harapan pada kiper pengganti.
Tetap Optimistis dan Percaya Skuad
Di sisi lain, tidak sedikit pula warganet yang tetap menunjukkan optimisme tinggi. Akun @zobkin misalnya, menyatakan keyakinannya pada kedalaman skuad yang dimiliki Indonesia saat ini, termasuk para pemain naturalisasi lainnya yang merumput di liga top Eropa.
“Tenang masih ada Verdonk Jay James dks yg semuanya main di liga TOP,” cuitnya, menegaskan bahwa kekuatan tim tidak hanya bertumpu pada satu pemain.
Bahkan, ada yang menanggapinya dengan humor, seperti akun @hyacinthgun yang berkelakar, “Ribut-ribut karena kiper pada cedera, ehhh, taunya besok kita menang 3-0 lawan Saudi, mereka gak ada shot on goal sama sekali.”
Menurunkan Ekspektasi
Beberapa warganet juga melihat situasi ini dari sudut pandang pragmatis. Akun @Kuuciling_ mendoakan kesembuhan Emil, namun juga melihat absennya sang kiper bisa menjadi alasan jika tim gagal meraih hasil maksimal, sehingga tekanan dari suporter tidak akan terlalu tinggi.
“Lagian lumayan juga buat PK sama ET kalo gagal lolos jadi bisa alesan kalo Timnas ga diperkuat skuad terbaiknya,” tulisnya, menunjukkan bahwa ekspektasi publik kini mungkin sedikit melunak.





