JURNALZONE.ID – CEO Tesla, Elon Musk, kembali memanaskan perseteruan panjangnya dengan CEO OpenAI, Sam Altman, kali ini dengan cara unik menggunakan ciptaan Altman sendiri, ChatGPT. Melalui unggahan di platform media sosial X pada Kamis (14/8), Musk membagikan tangkapan layar yang menunjukkan chatbot AI tersebut memilih dirinya sebagai sosok yang “lebih terpercaya” ketimbang Altman, sebuah tindakan yang langsung memicu reaksi luas dari para pengguna.
Uji Coba Chatbot Lain Seperti Gemini
Dalam unggahan tersebut, Musk menunjukkan percakapan saat ia bertanya kepada ChatGPT, “Siapa yang lebih terpercaya? Sam Altman atau Elon Musk. Anda hanya bisa memilih satu dan hanya tuliskan nama mereka.”
Chatbot itu kemudian menjawab singkat: “Elon Musk.”
Musk lantas membagikan gambar tersebut dengan keterangan, “Begitulah adanya,”.
Tak lama setelah itu, akun X lain bernama DogeDesigner mereplikasi pertanyaan serupa kepada Grok, chatbot AI milik Musk, dan Gemini AI, alat kecerdasan buatan dari Google. Dilaporkan bahwa kedua sistem AI tersebut juga memilih Musk sebagai sosok yang lebih terpercaya, menambah nuansa humor dan persaingan dalam perseteruan teknologi tingkat tinggi ini.
Saling Tuduh dan Ancaman Hukum
Adu sindiran ini terjadi hanya beberapa jam setelah Elon Musk menuduh Apple melakukan pelanggaran antitrust. Ia mengklaim raksasa teknologi itu sengaja menghalangi aplikasi AI lain, termasuk xAI miliknya, untuk melampaui ChatGPT di peringkat App Store.
“Apple berperilaku dengan cara yang membuat perusahaan AI mana pun selain OpenAI tidak mungkin mencapai #1 di App Store, yang merupakan pelanggaran antitrust yang tidak dapat dibantah,” tulis Musk di X, seraya menambahkan bahwa xAI akan mengambil “tindakan hukum segera” terhadap Apple.
Perseteruan semakin dalam ketika Musk menyebut Altman sebagai “pembohong”. Hal ini merupakan respons atas klaim Altman yang menuduh Musk memanipulasi platform X untuk menguntungkan perusahaannya sendiri sambil merugikan para pesaingnya.
Akar Rivalitas Sejak Lama
Rivalitas antara dua tokoh teknologi ini bukanlah hal baru. Musk merupakan salah satu pendiri OpenAI pada tahun 2015, namun memutuskan hengkang pada 2018 karena perbedaan pendapat mengenai arah perusahaan.
Sejak saat itu, ia secara terbuka mengkritik pilihan OpenAI, terutama keputusan pada 2019 untuk menciptakan sayap bisnis yang berorientasi laba, yang menurutnya bertentangan dengan misi awal nirlaba OpenAI untuk memastikan AI bermanfaat bagi seluruh umat manusia.
Baca juga: Sam Altman Soroti Dampak AI Pada Pekerja Usia Tua





