JURNALZONE.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan bergerak di zona hijau sepanjang pekan ini, setelah dibuka dengan penguatan signifikan pada perdagangan Senin (15/9/2025). Dua sentimen utama, satu dari domestik dan satu dari global, menjadi motor penggerak optimisme pasar.
Pada pembukaan perdagangan awal pekan, IHSG langsung naik ke level 7.891 dan berhasil ditutup menguat di level 7.909 pada akhir sesi pertama. Penguatan ini dipimpin oleh saham-saham di sektor konsumen nonprimer, infrastruktur, dan properti.
Sentimen positif dari dalam negeri datang dari kebijakan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, yang menempatkan dana sebesar Rp 200 triliun di lima bank BUMN. Kebijakan yang disebut sebagai “Efek Purbaya” ini bertujuan meningkatkan likuiditas perbankan untuk mendorong perbaikan ekonomi.
Rincian penempatan dana tersebut adalah Bank Mandiri (Rp 55 T), BRI (Rp 55 T), BNI (Rp 55 T), BTN (Rp 25 T), dan BSI (Rp 10 T).
TERKAIT: Bedah Purbaya Effect, Dampak Dana Rp200 T bagi Ekonomi
Sementara itu, dari sisi global, pasar berekspektasi bahwa bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve, akan segera menurunkan suku bunga acuannya. Peluang ini menguat setelah rilis data ketenagakerjaan AS yang melemah, dengan angka pengangguran mencapai level tertinggi dalam hampir empat tahun terakhir.
Menurut pengamat pasar, Hari, kombinasi dua sentimen ini menjadi bahan bakar utama bagi IHSG. “Dengan kombinasi sentimen global dan domestik itu, pasar optimistis IHSG akan menguat,” ujarnya. Pelonggaran moneter dan peningkatan likuiditas perbankan dinilai akan bertransmisi positif ke pasar saham.