JURNALZONE.ID – Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) telah merilis jutaan berkas baru terkait mendiang pelaku kejahatan seksual, Jeffrey Epstein. Ini merupakan pengiriman dokumen terbesar oleh pemerintah sejak undang-undang mewajibkan pengungkapannya pada tahun lalu.
Sebanyak 3 juta halaman dokumen, 180.000 gambar, dan 2.000 video diunggah secara publik pada hari Jumat. Perilisan ini dilakukan enam minggu setelah DOJ melewati batas waktu (deadline) undang-undang yang ditandatangani oleh Presiden AS Donald Trump.
“Rilis hari ini menandai akhir dari proses identifikasi dan peninjauan dokumen yang sangat komprehensif untuk memastikan transparansi kepada rakyat Amerika serta kepatuhan,” ungkap Wakil Jaksa Agung, Todd Blanche.
Jejak Digital Pangeran Andrew dan Sarah Ferguson
Berkas tersebut mencakup detail masa penjara Epstein, laporan psikologis, serta catatan investigasi terhadap Ghislaine Maxwell. Dokumen ini juga menyoroti kedekatan Epstein dengan elit Inggris, termasuk email dengan seseorang bernama “The Duke” yang diyakini sebagai Andrew Mountbatten-Windsor.
Dalam pesan tertanggal Agustus 2010, terdapat diskusi mengenai makan malam di Istana Buckingham dan tawaran memperkenalkan “The Duke” kepada wanita Rusia berusia 26 tahun. Email lain pada Februari 2011 mematahkan klaim Pangeran Andrew yang mengaku telah memutus kontak dengan Epstein sejak 2010.
Mantan istri Andrew, Sarah Ferguson, juga terseret melalui email tertanggal 4 April 2009. Ia menggunakan tanda tangan “Love, Sarah, The red Head.!!” dan menyebut Epstein sebagai “sahabat spesial yang luar biasa,” padahal saat itu Epstein sedang menjalani tahanan rumah.
Nama Elon Musk, Bill Gates, dan Donald Trump
Elon Musk muncul dalam korespondensi November 2012, di mana ia bertanya kepada Epstein, “Hari/malam apa yang akan menjadi pesta paling liar di pulaumu?”. Musk menyatakan ingin “bersantai” setelah bekerja keras, meski tidak ada bukti ia benar-benar mengunjungi pulau tersebut.
Sementara itu, pihak Bill Gates memberikan klarifikasi keras atas draf email tahun 2013 yang berisi tuduhan kesehatan seksual. “Klaim ini—dari seorang pembohong yang terbukti sakit hati—sama sekali tidak masuk akal dan sepenuhnya salah,” tegas juru bicara Gates.
Nama Donald Trump juga disebut ratusan kali, terutama dalam daftar tuduhan yang dikumpulkan FBI tahun lalu melalui saluran telepon pengaduan. Namun, DOJ menegaskan bahwa banyak klaim tersebut bersifat sensasional, tidak berdasar, dan dikirimkan tepat sebelum pemilu 2020.
Aliran Dana Lord Mandelson dan Skandal Pejabat Slovakia
Dokumen bank menyiratkan adanya pembayaran sebesar $75.000 (sekitar £55.000) dari Epstein ke akun yang terkait dengan Lord Mandelson antara tahun 2003 dan 2004. Mandelson, yang sempat menjabat sebagai duta besar Inggris untuk AS sebelum dipecat pada Desember 2024, mengaku tidak memiliki catatan terkait dana tersebut.
Di lingkup internasional, penasihat keamanan nasional Perdana Menteri Slovakia, Miroslav Lajčák, mengundurkan diri setelah pesan teksnya dengan Epstein terungkap. Dalam pesan tahun 2018, mereka membahas wanita dan rencana pertemuan dengan Menteri Luar Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov.
Hingga saat ini, perdebatan transparansi masih berlanjut. Anggota Kongres Ro Khanna mempertanyakan mengapa hanya 3,5 juta halaman yang dirilis dari total 6 juta halaman yang diidentifikasi oleh DOJ.