Startup kecerdasan buatan (AI) asal Tiongkok, DeepSeek, kembali menggebrak industri teknologi dengan merilis model AI terbarunya, V3.1, baru-baru ini. Peluncuran ini dilakukan hanya dua minggu setelah OpenAI memperkenalkan GPT-5, menandai persaingan ketat antara raksasa teknologi Tiongkok dan Amerika Serikat. Dilansir dari majalah Fortune, model V3.1 disebut mampu menandingi performa GPT-5 pada beberapa benchmark dengan harga yang lebih strategis untuk menyainginya.
CEO OpenAI, Sam Altman, secara terbuka mengakui bahwa meningkatnya persaingan dari model open-source Tiongkok, termasuk DeepSeek, menjadi salah satu faktor keputusan perusahaannya. “It was clear that if we didn’t do it, the world was gonna be mostly built on Chinese open-source models,” kata Altman.
Pernyataan ini menegaskan bahwa langkah strategis DeepSeek telah berhasil menekan pemimpin pasar AI di AS. Altman bahkan secara lugas menyatakan, “I’m worried about China.”
Peluncuran V3.1 bukan hanya soal performa, tetapi juga merupakan langkah strategis dalam perang teknologi. Model ini dioptimalkan secara khusus untuk berjalan pada “chip domestik generasi mendatang yang akan segera dirilis,” sebagai sinyal resiliensi terhadap kontrol ekspor chip AI oleh AS. Secara teknis, DeepSeek V3.1 memiliki 685 miliar parameter namun menggunakan arsitektur “mixture-of-experts” yang membuat biaya komputasinya lebih efisien bagi para pengembang.
Meskipun para ahli memuji langkah ini, beberapa catatan tetap ada. William Falcon, CEO Lightning AI, mengatakan bahwa “it is pretty impressive that they continue making non-marginal improvements.” Namun, ia juga menambahkan bahwa model DeepSeek saat ini masih lebih sulit untuk diimplementasikan oleh pengembang dibandingkan model OpenAI yang relatif lebih mudah digunakan.
Kehadiran V3.1 membuktikan tekad Beijing untuk mengimbangi, atau bahkan melampaui, laboratorium AI terkemuka di AS.
Telusuri lebih dalam mengenai dinamika persaingan AI global dan implikasinya terhadap masa depan teknologi dengan membaca ulasan lengkap hanya di Jurnalzone.id.
Baca juga: OpenAI siapkan GPT-6 usai kegagalan rollout GPT-5





