Banjir bandang yang menerjang Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, pada Sabtu (8/11/2025) sore, memakan satu korban jiwa. Seorang pemuda ditemukan tewas setelah tersengat listrik dan terseret arus.
Bencana ini juga sempat melumpuhkan total arus lalulintas di ruas jalur nasional dalam kota Bumiayu. Namun, pada Minggu (9/11/2025) pagi, situasi lalulintas dilaporkan telah kembali normal.
Satu Korban Ditemukan Tewas
Kapolsek Bumiayu, AKP Edi Mardiyanto, menjelaskan kronologi tewasnya korban. Bencana dipicu hujan deras yang mengguyur kawasan Bumiayu dan sekitarnya sejak pukul 15.30 WIB hingga 18.30 WIB, Sabtu (8/11/2025).
Hujan deras tersebut menyebabkan aliran Sungai Keruh dan Sungai Erang meluap hingga membanjiri permukiman warga.
“Disaat banjir bandang melanda, warga melihat ada dua pemuda yang melintas melawan arus banjir. Pemuda tersebut kemudian tersengat arus listrik yang meyebabkan korban pingsan dan terseret arus banjir,” ujar AKP Edi Mardiyanto, Sabtu (8/11/2025) malam.
Tim gabungan yang terdiri dari warga, TNI, Polri, dan Tim SAR segera melakukan pencarian.
“Korban kemudian berhasil ditemukan sekitar pukul 20.30 di salah satu selokan, kemudian dievakuasi ke RSUD Bumiayu,” terangnya.
AKP Edi menambahkan, dari hasil pemeriksaan medis, dipastikan terdapat luka akibat sengatan listrik pada tubuh korban. “Korban selanjutnya diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan,” tandasnya.
Jalur Nasional Sempat Lumpuh
Selain korban jiwa, banjir bandang ini menyebabkan dampak serius pada arus lalulintas. KBO Satlantas Polres Iptu Dwi Utomo mengatakan, jalur nasional di dalam kota Bumiayu tertutup total oleh genangan banjir.
Sejumlah kendaraan motor yang sedang terparkir di bahu jalan terendam, bahkan satu unit mobil dilaporkan terseret arus beberapa meter. Akibatnya, petugas melakukan rekayasa lalulintas.
“Petugas kami kemudian melakukan rekayasa lalulintas, seluruh kendaraan dari arah Purwokerto menuju tegal maupun sebaliknya dialihkan ke jalan lingkar Bumiayu,” ujarnya, Minggu (9/11/2025).
Situasi Kembali Normal
Iptu Dwi Utomo memastikan bahwa pada Minggu pagi, situasi telah kembali pulih. Banjir di ruas jalan utama telah surut sepenuhnya.
“Banjir saat ini sudah surut, lalulintas kembali normal. Ruas dalam kota sudah bisa digunakan kembali,” tandasnya.