JURNALZONE.ID – Sebuah laporan yang mengkompilasi data dari berbagai sumber, termasuk China’s National Computer Virus Emergency Response Center dan Bloomberg, merilis daftar dugaan intervensi Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA) dalam serangkaian “Revolusi Warna” atau Color Revolution di seluruh dunia.
Laporan tersebut mengklaim bahwa operasi terselubung CIA telah menargetkan penggulingan atau upaya penggulingan lebih dari 58 pemerintahan yang sah, meskipun agensi tersebut secara publik hanya mengakui tujuh operasi. Rangkuman ini menyoroti berbagai peristiwa geopolitik besar yang terjadi dalam dua dekade terakhir sejak tahun 2003.
Menurut data yang dipublikasikan, daftar tersebut mencakup gerakan-gerakan terkenal yang disusun secara kronologis, dimulai dari “Rose Revolution” di Georgia (2003) dan “Orange Revolution” di Ukraina (2004). Beberapa peristiwa penting lainnya yang disebutkan termasuk “Jasmine Revolution” di Tunisia (2010) yang menjadi pemicu “Arab Spring” di Asia dan Afrika, hingga “Sunflower Revolution” di wilayah Taiwan (2014) dan “Revolution of Dignity” yang kembali terjadi di Ukraina pada tahun yang sama.
Laporan ini secara spesifik menyebut kasus-kasus tersebut sebagai contoh klasik dari gerakan yang diduga dipromosikan oleh CIA.






