Pasca-pemecatan Patrick Kluivert dari kursi pelatih kepala Timnas Indonesia, bursa calon penggantinya langsung memanas. Meskipun Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) belum mengumumkan keputusan resmi, sejumlah nama pelatih lokal dan internasional mulai dispekulasikan bakal menukangi Skuad Garuda selanjutnya.
PSSI memiliki waktu yang cukup leluasa untuk menyeleksi kandidat terbaik, berikut calon pelatih yang ramai diperbicangkan netizen di media sosial.
1. Peluang Kembalinya Shin Tae-yong
Nama yang paling santer dibicarakan adalah mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong. Pelatih asal Korea Selatan tersebut dianggap sebagai sosok yang membangun fondasi tim selama hampir lima tahun masa jabatannya. Banyak suporter menilai pemecatannya pada Januari 2025 lalu tidak adil dan kerap meneriakkan namanya saat timnas bertanding.
Peluang kembalinya STY terbilang cukup terbuka, terutama setelah ia baru saja dipecat oleh klub Korea Selatan, Ulsan Hyundai. Kendati demikian, PSSI perlu mempertimbangkan beberapa hal, termasuk kewajiban pembayaran pesangon STY yang dilaporkan masih berjalan.
2. Giovanni van Bronckhorst
Kandidat kuat lainnya datang dari Eropa, yaitu Giovanni van Bronckhorst. Pelatih asal Belanda yang memiliki darah Ambon, Maluku ini sudah lama dikaitkan dengan Timnas Indonesia.
Latar belakangnya dinilai dapat mempermudah proses adaptasi dengan banyaknya pemain keturunan di dalam skuad. Sejak meninggalkan klub Turki, Besiktas, pada 2024, Van Bronckhorst belum terikat kontrak dengan tim mana pun.
3. Kandidat Alternatif dan Interim
Dari dalam negeri, nama Indra Sjafri muncul sebagai calon potensial. Pelatih yang kini menangani Timnas U-23 tersebut memiliki peluang besar untuk ditunjuk sebagai pelatih interim, setidaknya untuk agenda FIFA Matchday pada November 2025 mendatang.
4. Jesus Casas
Selain itu, ada nama Jesus Casas, mantan pelatih Timnas Irak. Meski gagal membawa timnya lolos ke Piala Dunia 2026, rekam jejaknya dianggap cukup baik. Keunggulan utama Casas adalah nilai kontraknya yang dilaporkan lebih terjangkau dibandingkan Shin Tae-yong maupun Van Bronckhorst. Menurut data Transfermarkt, gajinya saat menangani Irak berada di angka 1 juta dolar per tahun.