JURNALZONE.ID – Peserta seleksi Project Management Office (PMO) untuk program Koperasi Desa (Kopdes) dari Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop) dihadapkan pada tahapan tes potensi yang digelar secara daring. Berdasarkan pantauan kami beberapa hari terakhir, tes tersebut menggunakan metode psikometrik interaktif untuk menggali karakter dan kepribadian para kandidat.
Proses seleksi ini merupakan bagian penting untuk menjaring para profesional yang akan mengawal agenda modernisasi koperasi nasional.
Dalam pelaksanaannya, tes ini menyajikan mekanisme pengerjaan yang unik. Para peserta diminta untuk merespons serangkaian pernyataan dengan cara menggeser sebuah penanda pada skala jawaban yang telah disediakan.
Peserta Memilih Prioritas dari Setiap Soal
Skala tersebut membentang dari pilihan “Sangat Tidak Setuju” hingga “Sangat Setuju,” memungkinkan kandidat untuk menentukan tingkat persetujuan mereka secara lebih dinamis dibandingkan metode pilihan ganda konvensional.
Beberapa contoh pernyataan yang harus direspons oleh peserta antara lain, “Saya menikmati proses mempelajari hal baru,” “Saya senantiasa memegang teguh prinsip,” dan “Saya memberikan umpan balik pada waktu yang tepat terhadap kinerja anggota tim.”
Contohnya sepert ini.

Dari bentuk pertanyaannya, dapat dipahami bahwa asesmen ini dirancang untuk memetakan soft skills atau kecakapan non-teknis para kandidat. Kementerian tampaknya berfokus mencari individu dengan integritas, kemampuan adaptasi, pola pikir berkembang, serta kecakapan interpersonal yang kuat. Kemampuan-kemampuan ini dinilai sangat vital untuk menjalankan fungsi manajerial dan koordinasi dalam sebuah unit PMO yang kompleks.
Untuk pengerjaan, bahkan 10 menit pun sudah selesai. Tidak harus sampai menghabiskan 20 menit sesuai dengan alokasi yang diberikan.
Peran PMO KemenkopUKM sangat strategis, yakni memastikan program-program prioritas kementerian, khususnya yang berkaitan dengan penguatan ekosistem koperasi, dapat berjalan sesuai target dan memberikan dampak maksimal. Oleh karena itu, kesesuaian karakter sumber daya manusia menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan program tersebut.
Hal yang bisa dinilai dari tes seperti ini
1. Tipe Action
Menggambarkan kemampuan seseorang untuk menyerap, berpikir, dan menganalisis informasi dan situasi dan mengeksekusinya menjadi inovasi dan tindakan. Tipe ini menjawab pertanyaan, “Bagaimana Anda memikirkan sesuatu dan mewujudkannya?”
- ACCOUNTABLE
Kesiapan untuk memenuhi komitmen dan menuntaskan tanggung jawabnya. - RESOURCEFUL
Kesiapan untuk memanfaatkan dan mengatur sumber daya yang tersedia agar tujuan tercapai. - STRUCTURED
Kesiapan untuk merencanakan dan mengeksekusi secara urut. - FLEXIBLE
Kesiapan untuk beradaptasi dengan mudah dan cepat dalam berbagai kondisi. - STRATEGIZER
Kesiapan untuk memberikan altenatif cara mengatasi situasi - FIXER
Kesiapan untuk menyelesaikan masalah dan memperbaiki situasi. - INITIATOR
Kesiapan untuk mengeksekusi dengan segera dan menggerakkan orang lain untuk memulai suatu aktivitas. - INTUITIVE
Kesiapan untuk mengambil kesimpulan dari kejadian atau informasi yang acak. - FOCUSED
Kesiapan untuk menjaga konsentrasi atas apa yang dikerjakan. - LOGICAL
Kesiapan untuk mengambil kesimpulan berdasarkan data maupun fakta - CONTEXTUAL
Kesiapan untuk menghargai dan memanfaatkan pengalaman masa lampau. - INNOVATIVE
Kesiapan untuk memberikan ide dan terobosan baru. - TROUBLESHOOTER
Kesiapan untuk mendeteksi akar masalah. - DECISIVE
Kesiapan untuk mengidentifikasi situasi dan mengambil keputusan - AUTHORITATIVE
Kesiapan untuk bertindak tegas, memberikan penilaian dan sanksi
2. Tipe Network
Tipe Network menggambarkan bagaimana seseorang membangun hubungan yang saling melengkapi atau saling menguntungkan dan mengajak orang lain untuk mengikutinya menuju tujuan bersama. Tipe ini menjawab pertanyaan, “Bagaimana Anda membangun dan membina hubungan yang kuat?”
- CARING
Kesediaan untuk memahami apa yang dirasakan dan dibutuhkan orang lain . - GENUINE
Kesediaan untuk menjalin hubungan yang dekat dalam jangka panjang. - PERSONALIZER
Kesediaan untuk menghargai perbedaan maupun keunikan yang dimiliki setiap orang. - ENERGIZER
Kesediaan untuk menularkan antusiasme, optimisme dan pengaruh positif di lingkungannya. - SOCIABLE
Kesediaan untuk menjalin hubungan dengan orang yang baru dikenal - COLLABORATOR
Kesediaan untuk melibatkan orang lain dalam mencapai tujuan bersama. - DEVELOPER
Kesediaan untuk mengembangkan potensi orang lain. - ARTICULATIVE
Kesediaan untuk menyampaikan pemikiran yang mudah difahami, secara lisan maupun tertulis - HARMONY
Kesediaan untuk menjaga situasi yang kondusif demi mencapai konsensus - CONVINCING
Kesediaan untuk mempengaruhi orang lain agar menerima pemikiran yang disampaikan. - AFFECTIONATE
Kesediaan untuk memberikan dukungan moril kepada orang lain. - ADVISOR
Kesediaan untuk memberikan masukan atau nasihat kepada orang lain. - GENEROUS
Kesediaan untuk membantu, melayani dan memberi kepada orang lain. - COURAGEOUS
Kesediaan untuk mengekspresikan apa yang dipikirkan dan dirasakan juga menyampaikan aspirasi secara terbuka. - FORGIVING
Kesediaan untuk memaafkan dan melupakan kesalahan dengan tulus.
3. Tipe Action
Tipe Action menggambarkan kemampuan seseorang untuk menyerap, berpikir, dan menganalisis informasi dan situasi dan mengeksekusinya menjadi inovasi dan tindakan. Tipe ini menjawab pertanyaan, “Bagaimana Anda memikirkan sesuatu dan mewujudkannya?”
- ACCOUNTABLE
Kesiapan untuk memenuhi komitmen dan menuntaskan tanggung jawabnya. - RESOURCEFUL
Kesiapan untuk memanfaatkan dan mengatur sumber daya yang tersedia agar tujuan tercapai. - STRUCTURED
Kesiapan untuk merencanakan dan mengeksekusi secara urut. - FLEXIBLE
Kesiapan untuk beradaptasi dengan mudah dan cepat dalam berbagai kondisi. - STRATEGIZER
Kesiapan untuk memberikan altenatif cara mengatasi situasi - FIXER
Kesiapan untuk menyelesaikan masalah dan memperbaiki situasi. - INITIATOR
Kesiapan untuk mengeksekusi dengan segera dan menggerakkan orang lain untuk memulai suatu aktivitas. - INTUITIVE
Kesiapan untuk mengambil kesimpulan dari kejadian atau informasi yang acak. - FOCUSED
Kesiapan untuk menjaga konsentrasi atas apa yang dikerjakan. - LOGICAL
Kesiapan untuk mengambil kesimpulan berdasarkan data maupun fakta - CONTEXTUAL
Kesiapan untuk menghargai dan memanfaatkan pengalaman masa lampau. - INNOVATIVE
Kesiapan untuk memberikan ide dan terobosan baru. - TROUBLESHOOTER
Kesiapan untuk mendeteksi akar masalah. - DECISIVE
Kesiapan untuk mengidentifikasi situasi dan mengambil keputusan - AUTHORITATIVE
Kesiapan untuk bertindak tegas, memberikan penilaian dan sanksi





