JURNALZONE.ID – CEO OpenAI, Sam Altman, menyatakan bahwa kehadiran ChatGPT tidak akan mengubah permintaan atau ekosistem layanan pencarian tradisional seperti Google Search, setidaknya untuk saat ini. Dalam sebuah wawancara yang dikutip pada Senin (1/9/2025), Altman menegaskan bahwa meskipun memiliki kemiripan, fungsi dan pola penggunaan antara ChatGPT dan mesin pencari pada dasarnya berbeda.
Menurut Sam Altman, banyak orang menggunakan layanan pencarian seperti Google Search untuk tujuan spesifik mencari informasi, seperti berita terkini, merencanakan tujuan perjalanan, atau menemukan konten tertentu di internet. Ia memandang fungsi ini berbeda dari tujuan utama pengembangan ChatGPT.
“ChatGPT lebih utama membantu pengguna menghemat lebih banyak waktu,” jelas Altman. Ia mencontohkan fungsinya untuk merangkum poin-poin penting dari konten yang panjang secara cepat, memeriksa kesalahan dalam kode program yang kompleks, atau menyederhanakan sebagian pekerjaan agar lebih efisien.
Pernyataan Altman ini muncul di tengah kekhawatiran banyak pihak mengenai masa depan model pendapatan iklan berbasis pencarian yang menjadi andalan Google. Sejak kemunculan ChatGPT, banyak yang mulai khawatir bahwa ekosistem periklanan yang terkait erat dengan Google Search akan menghadapi perubahan signifikan.
Meskipun demikian, argumen ini mungkin akan menghadapi perubahan jika di masa depan sistem kecerdasan buatan mulai terintegrasi dengan ekosistem periklanan. Google sendiri sebelumnya pernah mencoba menambahkan konten iklan ke dalam layanan asisten digitalnya, Google Assistant, meskipun hal itu belum menjadi proyek layanan formal.
Perdebatan mengenai dampak AI terhadap model bisnis yang ada terus berkembang. Untuk analisis lebih lanjut mengenai bagaimana AI membentuk ulang industri teknologi global, baca ulasan lengkapnya di Jurnalzone.id.





